Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit I.D.2 berhasil menggelar pelatihan inovatif pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 20 Desember 2025, di Pendopo Bank Sampah RW 11, Kelurahan Muja-Muju, Kota Yogyakarta ini, diinisiasi sebagai solusi konkret untuk mengurangi limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Antusiasme Warga dan Dukungan Pimpinan Wilayah
Pelatihan tersebut disambut antusias oleh masyarakat RW 11, dengan kehadiran perwakilan warga dari seluruh RT, meliputi RT 37, 38, 39, 40, dan 41. Tingginya partisipasi ini menunjukkan komitmen kuat warga dalam mendukung upaya pengelolaan limbah berbasis komunitas.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua RW 11, Eko Wibowo, serta Ketua PKK RW 11, menandakan dukungan penuh dari unsur pimpinan wilayah terhadap program lingkungan yang digagas mahasiswa KKN UAD. Mureks mencatat bahwa sinergi antara akademisi dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program semacam ini.
Tingkatkan Kesadaran dan Keterampilan Praktis
Program pelatihan ini memiliki dua tujuan utama: meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak negatif limbah minyak jelantah terhadap lingkungan, serta membekali warga dengan keterampilan praktis untuk mengolahnya menjadi produk sabun yang ramah lingkungan.
Mahasiswa KKN Unit I.D.2 UAD menekankan bahwa pengolahan minyak jelantah tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang signifikan jika dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan keterampilan yang relatif mudah diterapkan, warga diharapkan mampu mengelola limbah rumah tangga secara mandiri dan produktif.
Apresiasi dari Ketua RW 11
Ketua RW 11, Eko Wibowo, menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai pelatihan tersebut memberikan manfaat nyata karena melibatkan partisipasi aktif warga dari berbagai RT dan menawarkan solusi konkret terhadap persoalan limbah rumah tangga.
“Kegiatan ini sangat positif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Harapannya, pelatihan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari solusi pengelolaan lingkungan di tingkat warga,” ujar Eko Wibowo, menegaskan pentingnya keberlanjutan program.
Mahasiswa KKN Unit I.D.2 UAD menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan edukatif dan berkelanjutan. Mereka berharap keterlibatan aktif warga dari berbagai RT dapat memperkuat implementasi program pengelolaan limbah minyak jelantah secara konsisten di lingkungan RW 11. Sinergi ini diharapkan menjadi contoh praktik pengelolaan limbah rumah tangga yang inovatif, aplikatif, dan berorientasi pada keberlanjutan di tingkat komunitas.






