Di tengah sorotan isu geopolitik dan tekanan ekonomi yang melanda Amerika Latin, Indonesia secara konsisten menunjukkan performa ekspor kendaraan yang signifikan ke Venezuela. Sepanjang periode Januari hingga November 2025, ribuan unit mobil buatan Toyota dari fasilitas produksi dalam negeri berhasil dikirimkan ke negara tersebut.
Kondisi gejolak geopolitik di kawasan tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya jalur ekspor. Namun, kalangan pabrikan otomotif di Indonesia memilih untuk tetap tenang dan melakukan kajian mendalam. Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, menyatakan kepada CNBC Indonesia pada Selasa (6/1/2025), “Kita masih mempelajari isu tersebut.”
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Salah satu dampak yang paling mungkin terasa adalah kenaikan tarif logistik. Jalur pengiriman berpotensi harus menempuh rute yang lebih panjang demi memastikan keamanan. Bob Azam menambahkan, “Ya kalau sedang bergejolak, logistik cari aman dan jalur bisa lebih panjang jadi naik ongkosnya.”
Toyota Wigo Dominasi Ekspor
Mureks mencatat bahwa di antara berbagai model yang diekspor, Toyota Wigo tampil paling dominan. Berdasarkan data ekspor, model ini menjadi tulang punggung pengapalan kendaraan dari Indonesia ke Venezuela.
Untuk varian Wigo 1.200 AT G 4×2, total ekspor mencapai 3.767 unit. Pengiriman berlangsung cukup stabil sejak awal tahun, meskipun sempat nihil pada April dan Oktober. Lonjakan signifikan terlihat pada Mei dengan 542 unit, kemudian berlanjut pada Juni, Juli, hingga September yang masing-masing mencatat pengiriman di atas 400 unit. Puncak tertinggi terjadi pada November dengan 868 unit.
Selain Wigo bertransmisi otomatis, Indonesia juga mengekspor Wigo khusus pasar Venezuela dengan varian 1.200 MT G 4×2. Total pengiriman model ini mencapai 1.102 unit. Pola pengirimannya relatif serupa, dengan tidak adanya pengiriman pada April dan Oktober, namun setelah Mei, ekspor kembali meningkat dan bertahan di kisaran lebih dari 100 unit per bulan, sebelum melonjak ke 238 unit pada November.
Sementara itu, Toyota Yaris Cross 1.500 AT G 4×2 juga turut dikirimkan, meskipun dengan volume yang lebih kecil. Total ekspor model ini tercatat 1.008 unit. Pengiriman tersebar sepanjang tahun dengan angka yang fluktuatif, dengan Mei menjadi bulan tertinggi (174 unit) dan Juni terendah (51 unit). Tidak ada pengapalan pada April, namun ekspor kembali berjalan hingga November.
Secara keseluruhan, jika digabungkan, total ekspor ketiga model tersebut menembus hampir 6.000 unit. Data ini menegaskan bahwa pasar Venezuela masih memiliki daya serap terhadap kendaraan asal Indonesia, bahkan di tengah kondisi ekonomi dan politik yang tidak sepenuhnya stabil. Toyota Wigo secara konsisten menjadi primadona, jauh mengungguli model lain dari sisi volume ekspor.
Rincian Data Ekspor Mobil Indonesia ke Venezuela (Januari-November 2025)
| Bulan | Yaris Cross 1.500 AT G 4×2 (unit) | Wigo 1.200 AT G 4×2 (unit) | Wigo 1.200 MT G 4×2 (unit) |
|---|---|---|---|
| Januari | 119 | 229 | 68 |
| Februari | 111 | 238 | 65 |
| Maret | 76 | 104 | 36 |
| April | – | – | – |
| Mei | 174 | 542 | 157 |
| Juni | 51 | 470 | 155 |
| Juli | 114 | 430 | 131 |
| Agustus | 63 | 444 | 134 |
| September | 114 | 442 | 118 |
| Oktober | 111 | – | – |
| November | 75 | 868 | 238 |
| Total | 1.008 | 3.767 | 1.102 |






