Indonesia akan memanfaatkan ajang World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada 19-23 Januari 2026, untuk menarik investasi global, khususnya di sektor industri padat karya. Promosi ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja luas dan membawa transfer teknologi ke dalam negeri.
Deputi Promosi Penanaman Modal dan Hilirisasi Kementerian Investasi/BKPM, Nurul Ichwan, menjelaskan bahwa sektor pangan menjadi salah satu andalan utama yang akan ditawarkan kepada investor. “Nah kalau padat karya, kita seperti kemarin kita mau mengatakan bahwa kita punya kemampuan untuk bisa menciptakan di sektor pangan,” ujar Nurul saat Media Briefing Bersama Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Menurut Nurul, perwakilan Indonesia akan secara aktif mencari investor yang tertarik pada industri pangan, baik untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun regional. Pembentukan hilirisasi di sektor pangan dinilai strategis sebagai pintu masuk bagi modal dan teknologi, yang pada gilirannya akan memperluas lapangan kerja.
Kombinasi antara modal, teknologi, dan penyerapan tenaga kerja ini diharapkan dapat menjadi pendorong kuat pertumbuhan ekonomi di masa depan. “Nah, kombinasi antara perkebunan, pertanian dengan industri pengolahannya, ini adalah kombinasi strategis untuk menarik investasi yang menyerap tenaga kerja besar di perkebunannya dan juga menyerap teknologi dan kapital dari sisi industrinya,” jelas Nurul.
Selain sektor pangan, Indonesia juga akan menyoroti industri alas kaki dan tekstil yang dinilai masih memiliki daya saing global. Catatan Mureks menunjukkan bahwa kedua sektor ini telah lama menjadi kontributor signifikan terhadap ekspor dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.
“Selain itu juga pada industri-industri alas kaki dan juga industri-industri tekstil yang masih memiliki daya saing di dunia. Tetap pada industri-industri alas kaki dan juga industri-industri tekstil yang kita masih dipandang punya kemampuan daya saing,” tambah Nurul, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengembangkan sektor-sektor tersebut.






