Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (5/1/2026) di zona hijau, menguat 1,27% ke level 8.859,19. Penguatan ini terjadi di tengah pergerakan saham yang bervariasi, dengan beberapa emiten menjadi penopang utama dan sebagian lainnya masih menghadapi tekanan.
Saham-saham yang menjadi motor penggerak indeks antara lain BYAN yang melonjak 6,73%, BRMS menguat 8,05%, serta TLKM yang bertambah 3,17%. Sebaliknya, tekanan jual masih membayangi saham DSSA yang turun 1,37%, CUAN melemah 2,18%, dan GOTO terkoreksi 1,45%.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Dari sisi transaksi, aktivitas investor asing menunjukkan pola yang berimbang. Di pasar reguler, investor asing tercatat membukukan jual bersih sekitar Rp9,98 miliar. Namun, jika dihitung di seluruh pasar, aliran dana asing masih menunjukkan beli bersih senilai Rp38,87 miliar. Mureks mencatat bahwa keseimbangan ini menunjukkan adanya rotasi portofolio di kalangan investor global.
Secara sektoral, mayoritas sektor mencatatkan kinerja positif. Sebanyak 10 dari 11 sektor ditutup menguat, dengan sektor bahan baku memimpin kenaikan tertinggi sebesar 2,62%. Sementara itu, sektor teknologi bergerak relatif datar dengan koreksi tipis 0,07%.
Berita Emiten Terkini
PT SLJ Global Tbk (SULI)
PT SLJ Global Tbk (SULI) berhasil memperoleh fasilitas pinjaman tanpa bunga sebesar SGD2 juta, atau setara Rp25,87 miliar, dari pemegang sahamnya. Pinjaman ini diberikan oleh Amir Sunarko, yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur perseroan, dan berlaku efektif mulai 31 Desember 2025 hingga 31 Maret 2026.
Manajemen SULI menjelaskan bahwa dana tersebut akan dimanfaatkan untuk melunasi kewajiban jangka pendek perseroan senilai USD2,16 juta. Menurut Mureks, transaksi ini tidak dikategorikan sebagai transaksi material karena nilainya belum mencapai 20% dari total ekuitas perseroan yang tercatat sebesar USD15,33 juta per periode sembilan bulan 2025.
PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK)
PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mengumumkan rencana penggalangan dana signifikan melalui penerbitan obligasi wajib konversi (OWK) sebanyak 32,59 miliar unit. Instrumen ini akan ditawarkan melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham, sehingga potensi dana yang dapat dihimpun mencapai sekitar Rp3,25 triliun.
Setiap pemegang lima saham lama berhak atas 102 HMETD. Perseroan menyampaikan bahwa sekitar 86,93% dana hasil OWK akan dialokasikan dalam bentuk setoran modal dan pinjaman kepada entitas anak, yakni Adhi Prakarsa Raya dan Sumber Cahaya Raya. Alokasi ini bertujuan untuk mendukung rencana akuisisi saham Konutara Sejati serta Karyatama Konawe Utara. Sisa dana akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja.
OWK tersebut diterbitkan tanpa imbal hasil dan memiliki periode konversi mulai 27 Januari 2026 hingga 21 Januari 2027. Pemegang saham utama, Eco Energi Perkasa, telah menyatakan komitmen untuk melaksanakan seluruh haknya serta bertindak sebagai pembeli siaga hingga Rp1,29 triliun. Adapun periode cum HMETD di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 9 Januari 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Berikut adalah beberapa rekomendasi saham yang dapat menjadi perhatian investor:
- WIFI – Buy 3500-3530 | TP 3630-3740 | SL 3300
- TINS – Buy 3290-3320 | TP 3370-3430 | SL 3110
- BKSL – Buy 145-149 | TP 153-159 | SL 138
- OBMD – Buy 274-280 | TP 286-296 | SL 260
- TLKM – Buy 3530-3560 | TP 3630-3670 | SL 3380
Disclaimer: Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.






