Tren

IHSG Melesat 1,17 Persen ke 8.748 Poin di Awal 2026, Optimisme Pasar Dorong Kinerja Positif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka tahun 2026 dengan performa cemerlang, ditutup menguat signifikan seiring tumbuhnya optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi. Pada perdagangan Jumat (2/1), IHSG melesat 101,19 poin atau 1,17 persen, mencapai posisi 8.748,13.

Sentimen positif ini dipicu oleh harapan membaiknya prospek ekonomi nasional serta ekspektasi kebijakan yang lebih kondusif, mendorong investor kembali menempatkan dananya di pasar saham. Awal tahun yang ‘hijau’ ini menjadi sinyal kuat kepercayaan pasar terhadap arah ekonomi ke depan.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Tak hanya IHSG, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga menunjukkan kinerja positif, naik 5,42 poin atau 0,64 persen ke posisi 852,00.

Perlambatan PMI Manufaktur dan Optimisme Menkeu

Meskipun demikian, data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia periode Desember 2025 yang dirilis S&P Global menunjukkan sedikit perlambatan. Indeks berada di level 51,2, lebih rendah dari 53,3 pada November 2025.

Menanggapi hal ini, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan, “Meskipun mengalami perlambatan, posisi indeks manufaktur masih di zona ekspansi yang mencerminkan pertumbuhan aktivitas manufaktur secara stabil.”

Dalam seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2026 di Gedung BEI Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimismenya. Menurut Purbaya, berbagai sentimen positif dapat mendorong IHSG menembus level 10.000 pada tahun ini.

Pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi dan neraca perdagangan periode Desember 2025 pada pekan depan, yang akan menjadi indikator penting bagi arah pasar selanjutnya.

Pengaruh The Fed dan Kinerja Sektoral

Dari mancanegara, risalah bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed menjadi sorotan. Risalah tersebut menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara pembuat kebijakan terkait waktu pemangkasan suku bunga pada 2026, meskipun The Fed tetap mempertahankan bias pelonggaran.

Mureks mencatat bahwa pelaku pasar cenderung melihat risalah The Fed ini sebagai sinyal keterbukaan yang meningkat terhadap pemotongan suku bunga, apabila inflasi terus mereda, meskipun para pembuat kebijakan tetap terpecah pendapat mengenai waktu dan skalanya.

Sepanjang hari, IHSG konsisten berada di teritori positif. Dibuka menguat, indeks betah di zona hijau hingga penutupan sesi pertama dan terus bertahan hingga akhir perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor berhasil menguat. Sektor transportasi & logistik memimpin dengan kenaikan sebesar 6,37 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor barang konsumen primer yang masing-masing naik 3,61 persen.

Sementara itu, dua sektor tercatat melemah, yakni sektor keuangan yang turun paling dalam sebesar 1,14 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dengan penurunan yang sama, 1,14 persen.

Mureks