Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis, 8 Januari 2026, di zona merah. Indeks tercatat melemah 0,22% dan parkir di level 8.925,47. Pergerakan indeks sepanjang hari berlangsung fluktuatif, diwarnai kinerja saham yang bervariasi.
Sejumlah saham berhasil mencatat penguatan signifikan. Di antaranya, MORA yang melonjak 15,70%, NSSS yang melesat 21,36%, serta DSSA yang naik 2,59%. Namun, tekanan justru terlihat pada saham-saham berkapitalisasi besar dan komoditas, seperti BBCA yang turun 1,23%, ANTM terkoreksi 9,35%, serta IMPC melemah 4,94%.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Mureks mencatat bahwa dari sisi aliran dana, investor asing masih menunjukkan minat beli yang kuat. Di pasar reguler, tercatat beli bersih asing sebesar Rp543,76 miliar. Secara keseluruhan di seluruh pasar, nilai beli bersih asing mencapai Rp950,23 miliar.
Secara sektoral, mayoritas sektor bergerak melemah, dengan enam dari sebelas sektor ditutup di zona merah. Sektor basic materials menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 3,22%. Sementara itu, sektor transportasi justru mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 1,75%.
Aksi Korporasi Emiten: KRAS dan FOLK Jadi Sorotan
Dari sisi emiten, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) melalui anak usahanya, PT Krakatau Pipe Industries, berhasil memperoleh kontrak besar. Kontrak tersebut adalah untuk memasok sekitar 80.000 ton pipa baja pada Proyek Strategis Nasional Pipa Transmisi Gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem) Segmen 1.
Proyek tersebut merupakan bagian dari konsorsium Krakatau Steel dengan total panjang jalur pipa mencapai 541 kilometer. Pipa yang dipasok menggunakan spesifikasi ERW/HSAW API 5L X52 PSL 2 berdiameter 20 inci dan dilengkapi lapisan 3LPE coating. Kontrak pengadaan telah ditandatangani pada 6 Januari, bersamaan dengan dimulainya tahap awal pengerjaan proyek yang ditargetkan rampung pada 2027. Proyek ini dinilai berpotensi menambah kontribusi pendapatan perseroan ke depan.
Sementara itu, PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) mengumumkan rencana penambahan modal melalui mekanisme penempatan saham tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). Perseroan akan menerbitkan maksimal 394,81 juta saham baru atau setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga pelaksanaan Rp398 per saham.
Melalui aksi korporasi ini, FOLK berpotensi menghimpun dana segar sekitar Rp57 miliar. Dana hasil penambahan modal tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi usaha perseroan maupun entitas anak. Saham baru direncanakan akan diserap oleh Garam Ventura Indonesia sebagai pemegang saham utama serta Sutopo Widodo sebagai pemegang saham non-afiliasi, dengan jadwal pencatatan pada 15 Januari.
Rekomendasi Saham Pilihan dari Mega Capital Sekuritas
PT Mega Capital Sekuritas, yang telah hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya, memberikan rekomendasi saham untuk hari ini:
- INDO – Buy 390-396 | TP 408-412 | SL 372
- KRAS – Buy 352-358 | TP 364-376 | SL 330
- LEAD – Buy 222-228 | TP 236-244 | SL 206
- REAL – Buy 77-79 | TP 82-85 | SL 73
- ELSA – Buy 505-515 | TP 530-545 | SL 488
Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.






