Keuangan

IHSG Diproyeksikan Sentuh 9.077 Hari Ini, Analis Rekomendasikan Cermati Saham CDIA hingga TLKM

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berbalik menguat pada perdagangan akhir pekan, Jumat (9/1/2026), dengan potensi menembus level 9.077. Sejumlah saham pilihan seperti CDIA, MINA, ULTJ, hingga TLKM menjadi perhatian para analis.

Tim Analis MNC Sekuritas, dalam risetnya yang diterima Mureks, mencatat bahwa IHSG sebelumnya ditutup melemah 0,22% ke level 8.925 pada perdagangan Selasa (21/10/2025). Pelemahan ini terjadi setelah indeks sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) secara intraday di posisi 9.002, didominasi oleh tekanan jual.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Meskipun demikian, peluang penguatan lanjutan IHSG masih terbuka. Posisi indeks saat ini diperkirakan berada pada bagian wave (v) dari wave [iii], yang mengindikasikan potensi kenaikan ke rentang 9.030–9.077. Namun, investor tetap diimbau untuk mewaspadai adanya koreksi yang diperkirakan akan menguji level 8.843–8.904.

Untuk perdagangan hari ini, Jumat (9/1/2026), level support IHSG diperkirakan berada di kisaran 8.916–8.776, sementara level resistance berada di rentang 8.996–9.030.

Rekomendasi Saham Pilihan MNC Sekuritas

Berdasarkan analisis MNC Sekuritas, beberapa saham berikut direkomendasikan untuk dicermati:

  • CDIA – Buy on Weakness

    Saham CDIA menguat 0,30% ke level 1.660, disertai dengan munculnya volume beli yang signifikan. Analis memperkirakan, posisi CDIA saat ini berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C) dari wave [2]. Rekomendasi Buy on Weakness di rentang 1.530-1.600, dengan target harga 1.745 dan 1.880. Batas rugi (stoploss) ditetapkan di bawah 1.480.

  • MINA – Buy on Weakness

    MINA mencatatkan penguatan 8,79% ke level 520, juga didukung oleh volume beli. Selama MINA mampu bertahan di atas 444 sebagai stoploss, posisinya diperkirakan berada di awal wave [v] dari wave 5. Rekomendasi Buy on Weakness di rentang 474-505, dengan target harga 560 dan 605. Batas rugi di bawah 444.

  • ULTJ – Buy on Weakness

    ULTJ menguat 1,39% ke level 1.460 dengan volume pembelian, meskipun pergerakannya masih tertahan oleh MA20. Analis memperkirakan ULTJ berada di awal wave [c] dari wave B. Rekomendasi Buy on Weakness di rentang 1.425-1.455, dengan target harga 1.495 dan 1.520. Batas rugi di bawah 1.415.

  • TLKM – Sell on Strength

    Berbeda dengan saham lainnya, TLKM terkoreksi 0,28% ke level 3.530, disertai dengan munculnya tekanan jual. Analis memperkirakan TLKM berada di awal wave [v] dari wave A dari wave (2), sehingga masih rawan melanjutkan koreksinya ke rentang 3.340-3.400. Rekomendasi Sell on Strength di rentang 3.550-3.570.

Sentimen Pasar dan Proyeksi Jangka Menengah

Menanggapi pergerakan IHSG, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan bahwa pencapaian level penutupan 9.000 oleh IHSG hanya tinggal menunggu waktu. Ia menyoroti bahwa dalam perdagangan intraday Kamis (8/1/2026), indeks komposit bahkan sempat menyentuh level tersebut, meskipun akhirnya ditutup terkoreksi 0,22% ke 8.925,48.

“Semua membutuhkan waktu, tidak ada suatu saham yang terus mengalami kenaikan, karena pasti akan ada titik jenuh. Oleh sebab itu, dibutuhkan koreksi sebelum mengalami kenaikan kembali,” ujar Nico kepada Bisnis, Kamis (8/1/2026), seperti dirangkum Mureks.

Nico menambahkan, sentimen pasar saat ini dinilai masih cukup kuat untuk menopang laju IHSG, meskipun terdapat gejolak volatilitas akibat tensi geopolitik. Seiring peluang IHSG menembus level psikologis baru di 9.000, ia melihat adanya sejumlah sektor yang berpotensi mencatatkan penguatan signifikan.

Sektor-sektor yang berpeluang menguat pada bulan Januari, menurut Nico, meliputi transportasi, industri, basic materials, properti, dan energi. Sebaliknya, sektor teknologi, finance, dan healthcare berpotensi mengalami penurunan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Redaksi tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Mureks