Keuangan

IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, BNI Sekuritas dan Samuel Sekuritas Rilis Rekomendasi Saham Pilihan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang menguat pada perdagangan Jumat, 9 Januari 2026. Prediksi ini datang dari sejumlah sekuritas, termasuk BNI Sekuritas dan Samuel Sekuritas, yang juga merilis daftar saham rekomendasi untuk investor.

Pada perdagangan Kamis, 8 Januari 2026, IHSG ditutup melemah 0,22% ke posisi 8.925,47. Meskipun demikian, aksi beli bersih investor asing tercatat mencapai Rp 544 miliar, dengan saham BBRI, RAJA, PTRO, ASII, dan BUMI menjadi incaran utama.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Analisis BNI Sekuritas: IHSG Berpotensi Lanjutkan Kenaikan

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyatakan optimisme terhadap pergerakan indeks hari ini. “IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini jika kuat bertahan di support 8.900,” kata Fanny dalam catatannya.

Menurut pantauan Mureks, Fanny juga memproyeksikan level support IHSG berada di kisaran 8.900-8.920, sementara level resistance diperkirakan di 8.950-9.000.

Sementara itu, riset dari PT Samuel Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG akan bergerak sideways. Sentimen bervariasi dari pasar global dan regional menjadi pemicu, dengan indeks Kospi melemah 0,50% dan Nikkei dibuka menguat 0,97% pada Jumat pagi ini.

Rekomendasi Saham Pilihan untuk Jumat, 9 Januari 2026

Berdasarkan analisis Fanny Suherman dari BNI Sekuritas, beberapa saham direkomendasikan untuk trading idea hari ini:

  • BIPI (PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk): Spec Buy dengan area beli di 175-180, cutloss di bawah 175. Target dekat di 190-212.
  • MEDC (PT Medco Energi Internasional Tbk): Spec Buy dengan area beli di 1400-1405, cutloss di bawah 1385. Target dekat di 1430-1440.
  • BUMI (PT Bumi Resources Tbk): Spec Buy dengan area beli di 454-456, cutloss di bawah 450. Target dekat di 464-476.
  • BUVA (PT Bukit Uluwatu Villa Tbk): Spec Buy dengan area beli di 1465-1490, cutloss di bawah 1450. Target dekat di 1520-1580.
  • DEWA (PT Darma Henwa Tbk): Spec Buy dengan area beli di 800, cutloss di bawah 790. Target dekat di 840-860.
  • MBMA (PT Merdeka Battery Materials Tbk): Spec Buy dengan area beli di 630, cutloss di bawah 620. Target dekat di 645-670.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Tim redaksi Mureks tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

IHSG Tergelincir pada Kamis, Dipicu Aksi Ambil Untung

Pergerakan IHSG pada Kamis (8/1/2026) berbalik arah melemah, ditutup merosot 0,22% ke posisi 8.925,47. Indeks saham LQ45 juga melemah 0,43% ke 867,62, dengan sebagian besar indeks acuan berada di zona merah.

Pengamat pasar modal, Reydi Octa, menjelaskan bahwa koreksi IHSG didorong oleh aksi ambil untung setelah reli pada saham-saham yang sebelumnya naik cukup cepat. Reydi juga mencatat bahwa pengumuman realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 di sesi II perdagangan mungkin sedikit berdampak, meski tidak signifikan.

“Koreksi hari ini cenderung koreksi sehat ketimbang perubahan tren besar,” kata Reydi seperti dikutip dari Antara. Pelaku pasar saat ini juga mencermati sentimen terkait arah kebijakan suku bunga acuan dan rilis data inflasi.

Kinerja Perdagangan dan Sektor Saham

Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG bergerak di level tertinggi 9.002,92 dan terendah 8.918,40. Sebanyak 302 saham menguat, 370 saham melemah, dan 138 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 3.844.293 kali dengan volume 55,1 miliar saham dan nilai transaksi harian Rp 29,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 16.788.

Transaksi harian saham cukup signifikan, terutama didorong oleh transaksi saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) di pasar negosiasi yang mencapai Rp 1 triliun. Di pasar negosiasi, harga saham AMMN merosot 3,19% ke Rp 7.575 per saham.

Di pasar reguler, saham AMMN juga merosot 0,94% ke posisi Rp 7.900 per saham, dengan frekuensi perdagangan 23.498 kali dan nilai transaksi Rp 1,5 triliun.

Secara sektoral, sektor saham basic mencatat koreksi terbesar, susut 3,22%. Disusul sektor teknologi terpangkas 1,1%, consumer siklikal melemah 0,90%, dan keuangan susut 0,45%. Sementara itu, sektor energi bertambah 0,49%, consumer nonsiklikal naik 0,60%, properti bertambah 1,5%, infrastruktur menanjak 1,43%, dan transportasi melesat 1,75%.

Mureks