Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu, mengumumkan bahwa total nilai perdagangan antara Indonesia dan China mencapai sekitar 138 miliar dollar AS sepanjang Januari hingga November 2025. Angka ini menegaskan posisi China sebagai mitra dagang terbesar bagi Indonesia.
“China merupakan partner dagang Indonesia yang terbesar, dengan nilai traducing 138 miliar dollar AS pada 2025 atau Januari hingga kuartal III-2025 (November 2025),” ujar Todotua dalam acara 20th Anniversary Celebration of the China Chamber of Commerce in Indonesia (CCCI) yang berlangsung di Jakarta pada Jumat, 9 Januari 2026.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Investasi China Tumbuh Konsisten
Selain volume perdagangan, investasi China di Indonesia juga menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil. Catatan Mureks menunjukkan, investasi dari Negeri Tirai Bambu ini mencatatkan pertumbuhan rata-rata sekitar 15,6 persen dalam lima tahun terakhir. Secara kumulatif, nilai investasi China telah mencapai 37,2 miliar dollar AS dalam periode yang sama, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 14 persen.
Todotua Pasaribu menegaskan apresiasinya terhadap arah investasi China. “Kami menghargai investasi China yang menargetkan sektor prioritas kita, terutama downstream industry,” ujarnya, menyoroti fokus pada industri hilir yang bernilai tambah.
Penguatan Kemitraan Strategis dan Peran Sektor Swasta
Hubungan Indonesia dan China saat ini semakin erat, didorong oleh penguatan komitmen dan kemitraan strategis yang dibangun kedua negara. Kerja sama ini diarahkan untuk mendorong investasi yang lebih kuat, khususnya dalam pengembangan industri bernilai tambah dan berdaya saing tinggi.
Dalam konteks ini, sektor swasta dinilai memegang peran kunci dalam memperkuat kemitraan ekonomi bilateral. “Private sector pada dasarnya dalam membuat partnership ini lebih tngguh. Itulah sebabnya CCCI sangat penting bagi Indonesia,” kata Todotua.
Ia menambahkan, China telah lama menjadi partner ekonomi utama di Indonesia. “China telah lama menjadi partner ekonomi utama di Indonesia selama 100 tahun,” pungkasnya, menekankan sejarah panjang kemitraan ekonomi tersebut.






