Tren

IHSG Dibuka Menguat 0,49 Persen, Analis Peringatkan Potensi Koreksi Jelang Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (9/1) pagi dibuka menguat signifikan sebesar 43,68 poin atau 0,49 persen, mencapai posisi 8.969,15. Kenaikan ini juga diikuti oleh kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang naik 5,07 poin atau 0,58 persen, bertengger di posisi 872,69.

Namun, penguatan ini diprediksi tidak akan bertahan lama. Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam kajiannya di Jakarta, Jumat, memperingatkan adanya potensi pelemahan. “Diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi teknikal menguji level 8.850- 8.900,” ujarnya.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Faktor Domestik dan Global Pengaruhi Pergerakan IHSG

Dari dalam negeri, sejumlah data ekonomi menjadi sorotan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan defisit mencapai Rp695,1 triliun per Desember 2025, setara dengan 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih tinggi dari defisit tahun 2024 sebesar 2,3 persen PDB dan melampaui target defisit APBN 2025 sebesar 2,53 persen PDB. Keseimbangan primer APBN juga mencatatkan defisit Rp180,7 triliun.

Mureks mencatat bahwa realisasi penerimaan negara hanya mencapai 91,7 persen dari target, sementara realisasi belanja negara sebesar 96,3 persen dari anggaran. Di sisi lain, cadangan devisa (cadev) Indonesia menunjukkan peningkatan menjadi 156,5 miliar dolar AS pada Desember 2025, dari sebelumnya 150,1 miliar dolar AS pada November 2025. Kenaikan cadev ini terutama didorong oleh penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global oleh pemerintah, serta penarikan pinjaman luar negeri.

Pelaku pasar domestik juga akan menantikan rilis data consumer confidence dan penjualan otomotif yang diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi ekonomi.

Dampak Kebijakan AS dan Pergerakan Bursa Global

Dari mancanegara, perhatian tertuju pada rilis data nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan pada Jumat (09/01) waktu AS. Selain itu, sektor perumahan dan pertahanan AS tetap menjadi fokus setelah serangkaian pengumuman kebijakan dari Presiden AS Donald Trump.

Kebijakan tersebut mencakup rencana untuk mencegah investor institusional membeli rumah keluarga tunggal guna membantu mengatasi krisis perumahan nasional. Trump juga melarang kontraktor pertahanan untuk menerbitkan dividen atau pembelian kembali saham, serta menuntut agar AS meningkatkan pengeluaran pertahanan lebih dari 50 persen menjadi 1,5 triliun dolar AS pada 2027.

Pergerakan bursa global pada Kamis (8/1) menunjukkan variasi. Bursa saham Eropa ditutup bervariasi, dengan Euro Stoxx 50 melemah 0,33 persen dan indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,04 persen. Sementara itu, indeks DAX Jerman menguat 0,02 persen dan indeks CAC Prancis menguat 0,12 persen.

Di Wall Street, bursa AS juga ditutup variatif. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,55 persen ditutup di level 49.266,11, dan indeks S&P 500 menguat 0,01 persen ke level 6.921,36. Namun, indeks Nasdaq Composite melemah 0,57 persen ditutup di 25.507,10.

Pada Jumat pagi ini, bursa saham regional Asia juga menunjukkan pergerakan beragam. Indeks Nikkei menguat 330,24 poin atau 0,46 persen ke 51.447,50. Sebaliknya, indeks Shanghai melemah 2,79 atau 0,07 persen ke 4.082,98, indeks Hang Seng melemah 309,64 poin atau 1,17 persen ke 26.149,00, dan indeks Strait Times melemah 1,40 poin atau 0,30 persen ke 4.725,30.

Mureks