Keuangan

IHSG Dibuka Melemah Tipis, Analis Proyeksikan Cetak Rekor ATH Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tipis pada awal perdagangan Selasa, 6 Januari 2026, namun pasar menanti potensi rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) yang diproyeksikan oleh sejumlah analis. Indeks tercatat turun 2,69 poin atau 0,03 persen, berada di level 8.856,50.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dipantau Mureks, IHSG sempat dibuka pada posisi 8.890,72. Sepanjang sesi awal, indeks mencatatkan level tertinggi sementara di 8.895,27 sebelum berbalik melemah hingga menyentuh 8.839,01, dan kini bergerak di kisaran 8.850-an.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Volume perdagangan saham pada sesi ini mencapai 9,21 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,85 triliun. Frekuensi perdagangan juga cukup tinggi, menyentuh angka 590.038 kali.

Secara rinci, tercatat 297 saham menguat, sementara 256 saham melemah, dan 158 saham lainnya stagnan.

IHSG Berpeluang Cetak Rekor ATH

Pergerakan IHSG hari ini diperkirakan melanjutkan tren penguatan, menyusul kenaikan 1,27 persen ke level 8.859 pada penutupan perdagangan Senin kemarin. Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan IHSG berpeluang mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) pada perdagangan hari ini.

Menurut Herditya, posisi IHSG saat ini diprediksi berada pada bagian wave (v) dari wave [iii]. Dengan struktur tersebut, IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan dan menguji area 8.852-8.905 dalam waktu dekat.

Herditya menjelaskan, “Posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 8,852-8,905.”

Adapun level support IHSG berada di kisaran 8.705 dan 8.584, sementara resistance terdekat diperkirakan di area 8.870-8.960. Investor disarankan untuk tetap mencermati pergerakan indeks serta dinamika volume transaksi. Hal ini penting untuk mengantisipasi potensi lanjutan tren penguatan maupun koreksi jangka pendek.

Senada, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, juga menilai IHSG berpotensi menguat. Ia memproyeksikan level support dan resistance berada di rentang 8.730-8.920.

Tim redaksi Mureks mengingatkan bahwa artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Riset mandiri sangat dianjurkan sebelum mengambil keputusan.

Mureks