Keuangan

IHSG Cetak Rekor ATH 8.859,19: Saham Kapitalisasi Besar Jadi Penopang Utama Penguatan Indeks

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengukir sejarah baru pada penutupan perdagangan Senin (5/1) dengan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) di level 8.859,19. Indeks menguat signifikan sebesar 1,27%, didorong oleh kinerja impresif saham-saham berkapitalisasi besar dan komoditas.

Saham-saham seperti BYAN melonjak 6,73%, BRMS menguat 8,05%, dan TLKM bertambah 3,17% menjadi penopang utama penguatan indeks. Sebaliknya, beberapa saham mengalami tekanan, di antaranya DSSA yang turun 1,37%, CUAN melemah 2,18%, serta GOTO terkoreksi 1,45%.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Dari sisi aliran dana, investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp9,98 miliar di pasar reguler. Namun, secara keseluruhan di seluruh pasar, asing masih membukukan beli bersih senilai Rp38,87 miliar, menunjukkan optimisme di beberapa segmen.

Secara sektoral, mayoritas sektor menunjukkan performa positif, dengan 10 dari 11 sektor ditutup di zona hijau. Sektor material dasar (basic materials) menjadi yang paling menonjol dengan kenaikan 2,62%, sementara sektor teknologi bergerak relatif datar dengan koreksi tipis 0,07%.

Aksi Korporasi PT SLJ Global Tbk dan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk

Dari sisi korporasi, PT SLJ Global Tbk (SULI) mengumumkan perolehan fasilitas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) tanpa bunga senilai SGD2 juta atau setara Rp25,87 miliar. Pinjaman ini berasal dari Amir Sunarko, yang menjabat sebagai Presiden Direktur sekaligus pemegang saham perseroan. Menurut Mureks, dana tersebut akan digunakan untuk melunasi kewajiban jangka pendek perseroan senilai USD2,16 juta.

Pinjaman ini efektif berlaku mulai 31 Desember 2025 dan akan jatuh tempo pada 31 Maret 2026. Manajemen SULI menegaskan bahwa transaksi ini tidak tergolong sebagai transaksi material sesuai POJK No. 17/2020, mengingat nilainya tidak mencapai 20% dari total ekuitas perseroan yang tercatat sebesar USD15,33 juta per periode sembilan bulan 2025.

Sementara itu, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) berencana menghimpun dana melalui penerbitan obligasi wajib konversi (OWK) sebanyak 32,59 miliar unit. OWK ini akan ditawarkan melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham, berpotensi menghimpun dana sekitar Rp3,25 triliun. Setiap pemegang lima saham lama berhak atas 102 HMETD.

Sebagian besar dana, sekitar 86,93%, akan dialokasikan dalam bentuk setoran modal dan pinjaman kepada entitas anak, yakni Adhi Prakarsa Raya dan Sumber Cahaya Raya. Dana ini akan mendukung rencana akuisisi saham Konutara Sejati serta Karyatama Konawe Utara, dengan sisa dana digunakan untuk kebutuhan modal kerja. Pemegang saham utama, Eco Energi Perkasa, yang memiliki porsi 47,16%, telah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh haknya sekaligus bertindak sebagai pembeli siaga hingga Rp1,29 triliun. Periode cum HMETD di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 9 Januari 2026.

Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini

Berikut adalah beberapa rekomendasi saham yang patut dicermati pada perdagangan hari ini:

  • WIFI: Buy 3500-3530 | Target Price 3630-3740 | Stop Loss 3300
  • TINS: Buy 3290-3320 | Target Price 3370-3430 | Stop Loss 3110
  • BKSL: Buy 145-149 | Target Price 153-159 | Stop Loss 138
  • OBMD: Buy 274-280 | Target Price 286-296 | Stop Loss 260
  • TLKM: Buy 3530-3560 | Target Price 3630-3670 | Stop Loss 3380

Disclaimer: Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Mureks