Keuangan

IHSG Capai Rekor Tertinggi 24 Kali Sepanjang 2025, LQ45 Hanya Tumbuh 2,41%

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kinerja positif industri pasar modal Indonesia sepanjang tahun 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mencapai rekor tertinggi (all time high) sebanyak 24 kali, namun indeks saham unggulan LQ45 hanya mampu tumbuh 2,41%.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, dalam konferensi pers virtual pada Jumat (9/1/2026), menegaskan, “Sepanjang 2025, IHSG membukukan all time high sebanyak 24 kali.”

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Menurut Inarno, perekonomian Indonesia yang terjaga stabil dan sentimen positif dari pasar global menjadi pendorong utama kinerja pasar modal Tanah Air. Pada akhir tahun 2025, IHSG berhasil ditutup pada level 8.646,94, mencatatkan penguatan 1,62% secara bulanan (month to month) dan 22,13% secara tahunan.

“Adapun level tertinggi IHSG 2025 tercatat di 8.710,70 pada 8 Desember 2025 dengan nilai kapitalisasi pasar tertinggi Rp 16.000 triliun di tanggal yang sama,” ungkap Inarno.

Meski IHSG menunjukkan performa impresif, indeks LQ45 dan IDX80 tumbuh di bawah kinerja IHSG. LQ45 hanya menguat 2,41%, sementara IDX80 tumbuh 10,07%.

Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada Desember 2025 juga menyentuh capaian tertingginya, yakni sebesar Rp 27,19 triliun. “Masih konsisten di atas Rp 20 triliun sejak 20 Agustus 2025,” imbuh Inarno.

Kenaikan likuiditas transaksi di pasar saham domestik pada semester II tahun 2025, menurut Mureks, didorong oleh dominasi investor ritel domestik. Proporsi investor ritel meningkat signifikan menjadi 50% dari sebelumnya 38%.

Secara keseluruhan, RNTH sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar Rp 18,07 triliun, meningkat drastis dari Rp 12,85 triliun pada tahun 2024.

Inarno menambahkan, keyakinan dan persepsi positif terhadap pasar modal Indonesia juga tercermin dari arus modal asing yang masuk dengan beli bersih (net buy) sebesar Rp 12,24 triliun secara bulanan. “Namun akumulasi di 2025 investor asing masih net sell, Rp 17,74 triliun,” pungkasnya.

Mureks