Keuangan

IHSG Berpeluang Sentuh 9.000, Analis MNC Sekuritas Soroti Potensi Koreksi dan 4 Saham Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan dan berpotensi menyentuh level psikologis 9.000 pada perdagangan Jumat, 9 Januari 2026. Prediksi ini muncul meskipun pada penutupan perdagangan Kamis kemarin, indeks tercatat terkoreksi tipis 0,22 persen, mengakhiri sesi di level 8.925.

Analisis IHSG Terkini dari MNC Sekuritas

Analis teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan pandangannya mengenai pergerakan IHSG. Menurutnya, posisi indeks saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii]. Dengan kondisi teknikal tersebut, pelaku pasar masih dapat mencermati potensi penguatan yang diperkirakan berada di kisaran 9.030 hingga 9.077.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

“Saat ini posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii], sehingga dapat dicermati area penguatan pada rentang 9,030-9,077,” ujar Herditya dalam analisa hariannya.

Meski demikian, Herditya juga mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mewaspadai potensi koreksi jangka pendek. Tekanan jual yang berlanjut berpeluang membawa IHSG menguji area support di rentang 8.843-8.904. Adapun level support IHSG saat ini berada di area 8.916-8.776, sementara resistance terdekat di 8.996-9.030.

“Waspadai akan adanya koreksi yang diperkirakan menguji 8,843-8,904. Support: 8,916, 8,776 dan Resistance: 8,996, 9,030,” paparnya.

Rekomendasi Saham Pilihan untuk Perdagangan Hari Ini

Berdasarkan pantauan Mureks, MNC Sekuritas juga merilis beberapa rekomendasi saham yang dapat dicermati oleh investor pada perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia. Berikut adalah empat saham yang menjadi sorotan:

  • PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)

    Saham CDIA ditutup di harga Rp 1.660 dan direkomendasikan buy on weakness. Pergerakan CDIA saat ini berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C) dalam struktur wave [2], yang mengindikasikan masih adanya peluang lanjutan pergerakan selama koreksi dapat dimanfaatkan secara terbatas.

  • PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA)

    Saham MINA ditutup di harga Rp 520 dengan rekomendasi buy on weakness. MINA berada di awal wave [v] dari wave 5, sehingga masih terbuka ruang penguatan lanjutan dalam fase tren naik jangka pendek.

  • PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ)

    Saham ULTJ ditutup Rp 1.460 dan juga direkomendasikan buy on weakness. ULTJ saat ini berada di awal wave [c] dari wave B, yang mencerminkan potensi pergerakan naik lanjutan selama struktur gelombang tetap terjaga.

  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

    Saham TLKM ditutup di harga Rp 3.530 dengan rekomendasi sell on strength. Pergerakan TLKM saat ini berada di awal wave [v] dari wave A dalam wave (2), sehingga penguatan yang terjadi dinilai dapat dimanfaatkan untuk aksi ambil untung secara bertahap.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Pastikan untuk melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan. Mureks mencatat bahwa dalam segala situasi, kami berkomitmen untuk menyajikan fakta jernih dari lapangan.

Mureks