Tren

Husaini: “Akses Terputus, Wisatawan ke Sabang Anjlok 40 Persen saat Libur Nataru”

BANDA ACEH – Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sabang, Aceh, mengalami penurunan signifikan selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kondisi ini merupakan dampak langsung dari bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut, menyebabkan akses darat terputus.

Kepala UPTD Sub Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, Husaini, mengungkapkan bahwa rata-rata harian penumpang tujuan wisata bahari ke Sabang anjlok 40 persen. “Jumlah penumpang ke Sabang rata-rata harian mengalami penurunan 40 persen jika dibandingkan dengan libur Natal dan tahun sebelumnya,” kata Husaini di Banda Aceh, Rabu (31/12).

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Menurut Husaini, bencana yang melanda provinsi paling barat Indonesia ini menjadi penyebab utama penurunan jumlah penumpang. Banyak akses darat yang terputus, menghambat perjalanan wisatawan. “Bencana banjir menyebabkan jalur darat belum normal (penyebab penumpang) ke Sabang menurun,” ujarnya.

Mureks mencatat bahwa penurunan ini sangat kontras dengan tahun sebelumnya. Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025, jumlah penumpang dari Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh berkisar antara 3.000 hingga 4.000 orang lebih per harinya. Namun, dalam beberapa hari terakhir di tahun 2025, angka tersebut tidak mencapai setengahnya.

Sebagai perbandingan, pada 28 Desember 2025, hanya 2.781 orang yang menyeberang ke Sabang, jauh di bawah 4.219 orang pada periode yang sama tahun 2024. Demikian pula, pada 29 Desember 2025, tercatat 2.331 penumpang dibandingkan 4.389 orang tahun sebelumnya, dan pada 30 Desember 2025, hanya 2.023 orang berbanding 3.400 penumpang di tahun 2024.

Husaini merinci persentase penurunan tersebut. “Persentase penurunan penumpang tahun ini dibandingkan dengan 2024, pada 28 Desember kurang 34 persen, 29 Desember 47 persen dan 30 Desember 41 persen,” jelasnya.

Meski demikian, Husaini menambahkan bahwa tidak ada perubahan pada jadwal keberangkatan kapal. Jumlah rute kapal lambat (Ferry-RoRo) maupun kapal cepat tetap sama seperti tahun sebelumnya. “Untuk kapal lambat yaitu Ferry RoRo tiga, dan empat kapal cepat Express Bahari. Rutenya masih tiga trip,” pungkas Husaini.

Mureks