Sabtu, 10 Januari 2026, pasar kripto global kembali menunjukkan tren pelemahan. Mayoritas aset digital utama, termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), terpantau bergerak di zona merah, menyeret altcoin lainnya.
Bitcoin Melemah, Altcoin Ikut Terkoreksi
Bitcoin, mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, tercatat melemah 0,95 persen dalam 24 jam terakhir. Pada pukul 08.00 WIB, harga BTC berada di level USD 90.542 per koin, setara dengan Rp 1,525 miliar, dengan asumsi kurs Rp 16.842 per dolar AS. Meskipun demikian, dalam sepekan terakhir, Bitcoin masih membukukan penguatan tipis 0,55 persen.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Senada dengan Bitcoin, Ethereum (ETH) juga mengalami koreksi. ETH turun 1,21 persen dalam sehari dan melemah 0,43 persen selama sepekan. Harga Ethereum saat ini berada di kisaran Rp 51,954 juta per koin.
Di tengah dominasi sentimen negatif, Binance Coin (BNB) justru menunjukkan performa positif. BNB menguat 0,70 persen dalam 24 jam dan melonjak 2,98 persen dalam sepekan. Hal ini membuat BNB diperdagangkan pada harga Rp 15,132 juta per koin.
Pergerakan Altcoin Lainnya
- Cardano (ADA): Kembali berada di zona merah, turun 2,09 persen dalam sehari dan melemah 0,02 persen sepekan, diperdagangkan pada Rp 6.565 per koin.
- Solana (SOL): Terkoreksi 1,98 persen dalam sehari, namun masih menguat 3,57 persen sepekan. Harga SOL saat ini berada di level Rp 2,291 juta per koin.
- XRP: Merosot 1,89 persen dalam sehari terakhir, tetapi masih membukukan penguatan 4,07 persen sepekan. XRP kini dibanderol seharga Rp 35.214 per koin.
- Dogecoin (DOGE): Turut terkoreksi, turun 1,58 persen dalam satu hari terakhir dan melemah 0,93 persen sepekan. DOGE diperdagangkan di level Rp 2.360 per token.
Sementara itu, stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) terpantau stabil di kisaran USD 1,00. Keduanya masing-masing menguat 0,13 persen dan 0,17 persen.
Secara keseluruhan, catatan Mureks menunjukkan, kapitalisasi pasar kripto global berada di level USD 3,09 triliun atau setara Rp 52.030 triliun. Angka ini menunjukkan pelemahan sekitar 0,74 persen dalam 24 jam terakhir, mencerminkan sentimen pasar yang cenderung bearish pada awal tahun ini.






