Keuangan

Harga Emas Antam Terkoreksi Rp 14.000 per Gram pada 8 Januari, Investor Cermati Peluang Akumulasi

Pergerakan harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menjadi sorotan pada awal Januari 2026. Setelah menunjukkan tren fluktuatif, harga emas Antam mengalami koreksi signifikan pada Kamis, 8 Januari 2026, dengan penurunan sebesar Rp 14.000 per gram.

Penurunan ini memicu pertanyaan di kalangan investor dan masyarakat, apakah kondisi tersebut justru membuka peluang strategis untuk kembali memantau atau menambah kepemilikan emas sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Harga Emas Antam Turun Menjadi Rp 2.570.000 per Gram

Berdasarkan informasi resmi dari Butik Emas Logam Mulia Antam, harga emas pada Kamis, 8 Januari, tercatat berada di level Rp 2.570.000 per gram. Angka ini lebih rendah dibandingkan harga pada Rabu, 7 Januari, yang masih bertengger di Rp 2.584.000 per gram. Koreksi harga ini berlaku merata di seluruh pecahan emas yang ditawarkan kepada publik, mengindikasikan pengaruh faktor pasar yang lebih luas.

Berikut adalah rincian harga emas Antam per gram untuk berbagai pecahan pada Kamis, 8 Januari 2026:

Ukuran EmasHarga (Rp)Harga Sebelumnya (Rp)
0,5 gram1.335.0001.342.000
1 gram2.570.0002.584.000
2 gram5.080.0005.108.000
5 gram12.625.00012.695.000
10 gram25.195.00025.335.000
25 gram62.862.00063.212.000
50 gram125.645.000
100 gram251.212.000
250 gram627.765.000
500 gram1.255.320.000
1.000 gram2.510.600.000

Seluruh harga yang tertera belum termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

Harga Buyback dan Kinerja Mingguan Emas Antam

Selain harga jual, perhatian investor juga tertuju pada harga pembelian kembali atau buyback. Pada Kamis, 8 Januari, harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.426.000 per gram. Nilai ini menjadi acuan penting bagi investor yang berencana mencairkan emas batangan mereka dalam waktu dekat. Perbedaan antara harga jual dan buyback merupakan hal wajar dalam investasi emas fisik, mencerminkan biaya cetak, distribusi, dan margin produsen. Oleh karena itu, emas lebih cocok sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang.

Meskipun mengalami penurunan harian, catatan Mureks menunjukkan, pergerakan harga emas Antam dalam rentang waktu sepekan justru menunjukkan tren positif. Jika ditinjau dari 7 hari lalu, tepatnya pada 1 Januari 2026, harga emas Antam tercatat Rp 2.488.000 per gram. Artinya, secara mingguan harga emas masih mengalami kenaikan sebesar Rp 82.000 per gram. Kondisi ini mengindikasikan bahwa koreksi harian tidak serta-merta mencerminkan pelemahan nilai emas secara keseluruhan, melainkan dipengaruhi sentimen global, pergerakan nilai tukar, dan dinamika pasar komoditas internasional.

Perbedaan Harga Berdasarkan Ukuran dan Momentum Investasi

Logam Mulia Antam menjual emas batangan dalam berbagai ukuran berat, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Perbedaan ukuran ini secara langsung memengaruhi harga per gram yang dibayarkan konsumen. Umumnya, harga per gram emas batangan berukuran kecil lebih mahal dibandingkan ukuran besar. Hal ini terjadi karena adanya biaya tambahan untuk proses pencetakan dan pengemasan; semakin kecil ukuran emas, semakin besar proporsi biaya cetak yang dibebankan pada harga per gram.

Turunnya harga emas hari ini dapat dimaknai dari dua sudut pandang. Bagi sebagian investor, kondisi ini menjadi sinyal untuk bersikap lebih hati-hati. Namun, bagi investor jangka panjang, koreksi harga justru dapat dimanfaatkan sebagai momentum akumulasi. Emas tetap dikenal sebagai aset lindung nilai yang relatif stabil terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Oleh karena itu, memahami pergerakan harga secara menyeluruh, baik harian maupun jangka panjang, menjadi kunci dalam mengambil keputusan investasi yang lebih rasional dan terukur.

Mureks