Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno secara resmi menghadiri grand launching Kartu Debit Visa Bank Jakarta pada Rabu, 07 Januari 2026. Peluncuran ini menandai langkah awal transformasi Bank Jakarta untuk meningkatkan layanan perbankan hingga tingkat global, membuka akses transaksi di lebih dari 200 negara.
Dalam sambutannya, Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa kerja sama dengan Visa menunjukkan pengelolaan Bank Jakarta yang semakin profesional. “Ini menunjukkan bahwa Bank Jakarta dikelola semakin profesional. Dengan bekerja sama dengan Visa, transaksi dapat dilakukan di mana saja,” ujar Gubernur Pramono, dikutip dari keterangan resmi, Selasa (6/1/2026).
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, lanjutnya, memberikan kepercayaan penuh kepada jajaran Direksi dan Komisaris Bank Jakarta untuk mengelola bank tanpa intervensi. Menurutnya, kepercayaan (trust) adalah fondasi utama dalam mentransformasi bank milik pemerintah agar dikelola secara lebih profesional, sehat, dan berdaya saing.
Dengan jaringan Visa yang memungkinkan penggunaan kartu di lebih dari 200 negara, Gubernur Pramono berharap layanan Bank Jakarta semakin andal, aman, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat hingga tingkat global. “Mudah-mudahan dengan kerja sama ini, kita semua merasa yakin Kartu Debit Visa Bank Jakarta benar-benar bisa dipercaya untuk kelas global,” harapnya.
Pramono juga menekankan pentingnya menjaga integritas layanan perbankan guna menghindari persoalan teknis yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat. Ia optimistis, dengan profesionalisme yang terus diperkuat, Bank Jakarta akan tumbuh menjadi bank yang semakin dipercaya dan kompetitif.
Selain itu, Gubernur Pramono berharap Bank Jakarta dapat berperan lebih besar dalam mendukung digitalisasi layanan publik, termasuk sistem pembayaran transportasi yang dikelola Pemprov DKI Jakarta. Menurut Mureks, integrasi transaksi transportasi akan memperkuat basis data Bank Jakarta dan menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan perbankan lainnya.
Pemprov DKI Jakarta juga terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan seluruh proses transformasi Bank Jakarta berjalan sesuai ketentuan. “Jika seluruh sistem transportasi dapat terintegrasi dengan Bank Jakarta, maka kekuatan basis data akan sangat besar dan menjadi aset penting bagi pengembangan bank ke depan,” pungkas Pramono.






