Keuangan

Geopolitik Memanas: Bursa Asia Bergerak Variatif, Wall Street Cetak Rekor Baru

Selasa, 06 Januari 2026 – Pasar saham Asia-Pasifik dibuka dengan pergerakan yang beragam pada hari ini. Para investor terus mencermati ketegangan geopolitik global yang meningkat pasca-serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Di Jepang, indeks acuan Nikkei 225 berhasil menguat 1,12%, sementara indeks Topix melonjak 1,48% dan mencapai rekor tertinggi baru. Kondisi berbeda terjadi di Korea Selatan, di mana indeks Kospi melemah 0,85%. Namun, indeks Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil justru naik tipis 0,09%.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Sementara itu, bursa saham Australia, ASX/S&P 200, tercatat turun 0,42%. Untuk Hong Kong, indeks Hang Seng diperkirakan akan dibuka lebih tinggi, dengan kontrak berjangka diperdagangkan pada level 26.562, melampaui penutupan sebelumnya di 26.347,24.

Wall Street Cetak Rekor di Tengah Geopolitik

Kontrak berjangka ekuitas AS terpantau datar pada awal jam perdagangan Asia. Namun, semalam di Amerika Serikat, saham-saham utama justru melonjak, bahkan setelah serangan AS terhadap Venezuela. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan harga minyak mentah dan keyakinan investor bahwa tindakan tersebut tidak akan memicu konflik geopolitik yang lebih luas.

Indeks Dow Jones Industrial Average berhasil naik 594,79 poin, atau setara 1,23%, dan ditutup pada level 48.977,18. Indeks yang terdiri dari 30 saham unggulan tersebut juga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dalam sesi perdagangan tersebut. Mureks mencatat bahwa optimisme pasar AS ini kontras dengan kekhawatiran di beberapa bursa Asia.

Indeks S&P 500 juga menguat 0,64% dan berakhir pada 6.902,05. Senada, Nasdaq Composite bertambah 0,69%, dan ditutup pada 23.395,82.

Mureks