Internasional

Gelombang Panas Ekstrem Panggang Santiago, Chili: Suhu 36 Derajat Celcius Memicu Peringatan Merah

Santiago, Chili, tengah menghadapi gelombang panas ekstrem yang memicu peringatan merah di ibu kota dan lima wilayah tengah lainnya. Suhu udara dilaporkan menembus 36 derajat Celsius pada Selasa (30/12/2025), memaksa warga mencari perlindungan dari terik matahari yang menyengat.

Layanan Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Nasional Chili (Senapred) telah menetapkan status peringatan merah sejak Minggu (28/12) untuk wilayah Metropolitan Santiago Raya. Gelombang panas ini, yang dimulai awal pekan, diperkirakan akan berlangsung hingga Rabu (31/12).

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Direktorat Meteorologi Chili memperkirakan suhu ekstrem di Santiago dan sekitarnya akan berkisar antara 33 hingga 36 derajat Celcius. Bahkan, beberapa wilayah pegunungan diprediksi mengalami suhu yang lebih tinggi, mencapai 37 derajat Celcius.

Di pusat kota Santiago, pantauan Mureks menunjukkan wisatawan berupaya melindungi diri dari sengatan panas dengan mengenakan topi dan membawa payung. Para pedagang juga terlihat menaburkan es pada botol air mineral dan minuman ringan untuk menarik pembeli dan menjaga produk tetap dingin.

Fenomena gelombang panas ini disebut para ahli sebagai bagian dari pola regional yang lebih luas. Ahli klimatologi Universitas Santiago, Raul Cordero, mengungkapkan, “frekuensi dan intensitas gelombang panas di sebagian besar Amerika Selatan, termasuk kawasan Kerucut Selatan, telah meningkat tiga kali lipat sejak 1980-an.”

Selain berdampak pada aktivitas warga, panas ekstrem tersebut turut memperburuk risiko kebakaran hutan. Komandan Perusahaan Kehutanan Nasional Chili (CONAF), Manuel Vera, menyebut musim ini telah mencatat sekitar 400 kebakaran.

Beberapa lingkungan di Santiago bahkan terbangun dengan lapisan asap tebal akibat kebakaran hutan. Meskipun demikian, hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa atau warga yang mengungsi. Helikopter dan petugas pemadam kebakaran terus dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api yang meluas.

Mureks