Otomotif

Ford Perkuat Strategi Baterai, Alihkan Fokus Pabrik Michigan ke Penyimpanan Energi Jaringan Skala Besar

Ford Motor Company terus memperkuat komitmennya di sektor baterai dengan melanjutkan pembangunan fasilitas produksi di Michigan, Amerika Serikat. Pabrik ini akan mengadopsi teknologi lithium iron phosphate (LFP) yang dilisensikan dari raksasa baterai asal China, CATL. Langkah strategis ini menandai pergeseran fokus utama Ford, dari yang semula diproyeksikan untuk kendaraan listrik (EV) kini beralih ke sistem penyimpanan energi berskala besar untuk jaringan listrik.

Pergeseran Strategi Ford: Dari EV ke Penyimpanan Energi Jaringan

Awalnya, kerja sama antara Ford dan CATL diumumkan melalui perjanjian lisensi teknologi, yang memungkinkan Ford memproduksi baterai LFP di AS tanpa perlu mengembangkan teknologi dari nol. Namun, sepanjang tahun 2025, Ford memutuskan untuk memanfaatkan teknologi tersebut secara lebih luas, khususnya untuk kebutuhan utilitas dan operator jaringan listrik.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Baterai LFP yang diproduksi di pabrik Michigan nantinya akan berfungsi sebagai sistem penyimpanan energi besar. Sistem ini krusial untuk menjaga stabilitas jaringan, menyimpan energi terbarukan, serta meningkatkan ketahanan sistem kelistrikan di Amerika Serikat. Perubahan arah ini, menurut Mureks, tidak lepas dari dinamika pasar EV global dan fluktuasi permintaan baterai kendaraan listrik yang mendorong Ford untuk melihat fleksibilitas teknologi LFP.

Dampak Ekonomi dan Keunggulan Teknologi LFP

Dilansir dari Carscoops, pembangunan pabrik baterai Ford di Michigan saat ini berjalan sesuai jadwal. Proyek ini telah memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan aktivitas bisnis di sekitar area pembangunan. Pejabat setempat menilai fasilitas ini sebagai peluang strategis untuk menghidupkan kembali sektor manufaktur di wilayah yang sebelumnya mengalami penurunan ekonomi.

Dibandingkan dengan baterai berbasis nikel dan kobalt, baterai LFP dikenal memiliki biaya produksi yang lebih rendah dan tingkat keamanan termal yang lebih baik. Faktor-faktor inilah yang menjadikan teknologi tersebut ideal untuk produksi massal sistem penyimpanan energi. Dengan lisensi dari CATL, Ford dapat memangkas waktu pengembangan teknologi yang diperkirakan bisa memakan waktu hingga satu dekade, dan langsung memanfaatkan teknologi yang sudah matang dari salah satu pemain terbesar industri baterai global.

Kehadiran pabrik baterai LFP ini tidak hanya berdampak pada sektor otomotif, tetapi juga berpotensi menjadi kontributor penting bagi industri energi di Amerika Serikat. Sistem penyimpanan energi berbasis LFP dinilai mampu membantu menyeimbangkan beban jaringan listrik nasional dan mendukung transisi menuju energi bersih. Proyek ini juga diharapkan membuka peluang kerja baru serta menjadi bagian dari upaya revitalisasi ekonomi lokal di Michigan.

Dengan terus melanjutkan pembangunan fasilitas baterai LFP berbasis teknologi CATL, Ford menegaskan pergeseran strateginya, dari fokus semata pada kendaraan listrik menuju peran yang lebih luas di industri energi baru, sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi komunitas lokal di Amerika Serikat.

Mureks