JAKARTA – Gaya hidup sehat kini semakin mengarah pada personalisasi. Salah satu terobosan yang mulai menarik perhatian adalah food genomics atau nutrigenomik, sebuah metode nutrisi yang menyesuaikan pola makan berdasarkan profil DNA individu. Pendekatan ini dinilai mampu menjawab keterbatasan diet konvensional yang kerap memberikan hasil berbeda pada setiap orang.
Food genomics merupakan terapi nutrisi berbasis genetika, di mana rekomendasi asupan disesuaikan dengan kode genetik masing-masing individu. Perbedaan genetik inilah yang menyebabkan respons tubuh terhadap makanan, mulai dari metabolisme hingga potensi intoleransi, tidak sama pada setiap orang.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
“Tidak ada satu pola makan yang cocok untuk semua orang. Perbedaan kode genetik mempengaruhi cara tubuh merespons nutrisi, sehingga pendekatan ini bersifat sangat personal,” ujar dr. Davie Muhamad, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik di Primaya Hospital Bekasi Barat, dalam keterangannya pada Jumat (9/1).
Menurut pantauan Mureks, riset nutrigenomik secara global terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran terhadap pencegahan penyakit dan gaya hidup sehat tiap individu. Di Indonesia, pemeriksaan food genomics masih terbatas, meskipun penelitian terkait hubungan gen dan nutrisi sudah cukup banyak dilakukan.
Proses tes food genomics dilakukan melalui pengambilan sampel darah atau air liur, dengan waktu analisis sekitar satu hingga dua minggu. Hasil analisis kemudian diinterpretasikan oleh dokter gizi klinik untuk memberikan rekomendasi nutrisi personal. Rekomendasi ini mencakup pengaturan makronutrien, vitamin tertentu seperti vitamin D, lemak esensial omega-3, hingga panduan olahraga yang sesuai.
dr. Davie menambahkan, “Secara teori, hasil nutrigenomik tidak berubah karena genetik seseorang bersifat tetap. Tetapi pada penerapannya tetap perlu mempertimbangkan faktor epigenetik dan lingkungan, seperti pola hidup, stres, dan aktivitas fisik. Karena itulah diet yang berhasil pada satu orang belum tentu efektif pada orang lain.”
Selain itu, panel nutrigenomik juga dapat memberikan gambaran terkait potensi alergi atau intoleransi makanan. Informasi ini sangat membantu individu untuk menghindari asupan yang berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.
Pentingnya Prinsip Dasar Hidup Sehat
Meskipun menawarkan pendekatan canggih, dr. Davie menegaskan bahwa food genomics bukan pengganti prinsip dasar hidup sehat. Masyarakat tetap diimbau untuk memulai langkah sederhana melalui:
- Pola makan teratur dan tidak melewatkan waktu makan.
- Memastikan komposisi makanan yang lengkap dan seimbang.
Ke depan, food genomics diproyeksikan berkembang sebagai salah satu modalitas penunjang gaya hidup sehat yang lebih presisi. Potensi integrasinya dengan teknologi AI, big data, dan perangkat wearable diharapkan semakin memperkuat perannya.
“Harapannya, food genomics dapat menjadi alat pendukung dalam menentukan pola makan yang lebih personal, sehingga berkontribusi pada perbaikan tren kesehatan masyarakat Indonesia dalam sepuluh tahun ke depan,” terang dr. Davie.






