Tren

Wall Street Cetak Rekor Tertinggi, Dolar AS Menguat Pasca Rilis Data Tenaga Kerja AS Desember

Indeks saham utama di Wall Street melonjak ke level tertinggi sepanjang masa pada Jumat, 9 Januari 2026, diikuti penguatan dolar AS. Reli pasar ini terjadi setelah data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan penciptaan lapangan kerja yang lebih sedikit dari perkiraan pada bulan Desember.

S&P 500, Dow Jones Industrial Average, dan STOXX 600 mencatat penutupan tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan signifikan juga terlihat pada saham-saham perusahaan chip, di mana Intel (INTC.O) melonjak 10,8% setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan telah mengadakan “pertemuan hebat” dengan CEO perusahaan tersebut, Lip-Bu Tan. Broadcom (AVGO.O) juga turut menguat 3,8%.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Laporan bulanan dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan penambahan 50.000 pekerja pada daftar gaji non-pertanian di Desember. Angka ini sedikit di bawah ekspektasi jajak pendapat Reuters yang memprediksi kenaikan 60.000 pekerja, dan juga sedikit di atas peningkatan yang direvisi ke bawah pada November sebesar 56.000. Sementara itu, tingkat pengangguran menurun sesuai harapan menjadi 4,4%.

Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior di Ingalls & Snyder di New York, menanggapi data tersebut. “Kenaikan jumlah pekerja sedikit lebih rendah dibandingkan dengan konsensus, tetapi masih merupakan angka yang cukup kuat,” ujarnya, seperti dikutip Reuters pada Sabtu, 10 Januari 2026. Ia menambahkan bahwa laporan ekonomi AS kini telah kembali normal setelah sebelumnya tertunda akibat penutupan pemerintah federal yang berkepanjangan.

Kenaikan pasar saham pekan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Hal ini dipicu oleh penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan AS dalam serangan di ibu kota Venezuela pada 3 Januari.

Performa Indeks Global dan Dolar AS

Pada penutupan perdagangan Jumat, 9 Januari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 237,96 poin (0,48%) menjadi 49.504,07. S&P 500 menguat 44,82 poin (0,65%) ke level 6.966,28, dan Nasdaq Composite melonjak 191,33 poin (0,82%) menjadi 23.671,35. Ketiga indeks ini mencatatkan kenaikan pada minggu perdagangan penuh pertama tahun 2026, didorong oleh peningkatan di sektor material, industri, dan sektor lain yang sebelumnya tertinggal dari saham teknologi.

Indeks saham global MSCI (.MIWD00000PUS) juga naik 5,42 poin (0,53%) menjadi 1.034,87, mencapai rekor tertinggi intraday. Saham Eropa juga mengakhiri perdagangan pada rekor tertinggi, dengan indeks pan-Eropa STOXX 600 (.STOXX) naik 0,97%. Lonjakan saham Glencore (GLEN.L) turut membantu menempatkan indeks STOXX 600 pada rentetan kemenangan mingguan terpanjangnya sejak Mei.

Setelah laporan pekerjaan dirilis, dolar AS sempat kehilangan sebagian besar kenaikannya, namun kemudian kembali menguat. Indeks dolar AS, yang mengukur nilai dolar terhadap sekeranjang mata uang utama termasuk yen dan euro, terakhir naik 0,26% menjadi 99,13.

Pergerakan Obligasi dan Komoditas

Imbal hasil obligasi Treasury dua tahun yang sensitif terhadap suku bunga naik 5 basis poin menjadi 3,538% setelah data tersebut, dari 3,488% pada Kamis malam. Sementara itu, imbal hasil obligasi acuan AS 10 tahun sedikit turun 1,2 basis poin menjadi 4,171%.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah berakhir lebih tinggi. Kontrak berjangka Brent naik US$1,35 (2,18%) menjadi US$63,34 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$1,36 (2,35%) menjadi US$59,12. Kenaikan harga minyak ini didorong oleh keyakinan investor bahwa produksi di Venezuela, bahkan di bawah kendali AS, mungkin tidak akan meningkat secara signifikan dalam waktu dekat, menyusul peristiwa penangkapan Maduro.

Selain itu, harga tembaga juga naik, memperpanjang kenaikan baru-baru ini karena taruhan baru pada peningkatan permintaan di masa depan. Aluminium juga mencapai level tertinggi sejak April 2022.

Dalam ringkasan Mureks, para investor juga tengah menantikan putusan Mahkamah Agung AS mengenai legalitas tarif Trump. Pengadilan diperkirakan akan mengeluarkan putusan berikutnya pada 14 Januari 2026. Situs web pengadilan mengindikasikan pada Jumat bahwa keputusan dalam kasus-kasus yang diperdebatkan dapat dirilis saat para hakim bersidang pada Rabu depan.

Mureks