Nasional

DT Peduli Salurkan Ratusan Paket Pangan untuk Pengungsi Sudan di Tengah Krisis Kemanusiaan

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli (DT Peduli) menyalurkan ratusan paket pangan kepada pengungsi di sejumlah titik di Sudan. Bantuan ini didistribusikan pada Senin (24/11/2025) hingga Rabu (26/11/2025), di tengah krisis kemanusiaan yang berkepanjangan akibat konflik bersenjata di negara tersebut.

Krisis Kemanusiaan di Sudan: Konflik dan Dampaknya

Sudan telah lama dilanda konflik sejak kemerdekaannya pada tahun 1956. Dalam dua tahun terakhir, pertikaian bersenjata antara militer Sudan dan Rapid Support Forces (RSF) kembali menyeret jutaan warga sipil ke dalam pusaran kekerasan. Kota-kota luluh lantak, kampung halaman ditinggalkan, dan banyak orang terpaksa mengungsi tanpa kepastian kapan bisa kembali.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Relawan DT Peduli, Eko, menjelaskan bahwa kondisi di kamp-kamp pengungsian sangat memprihatinkan. Akses terhadap kebutuhan dasar sangat terbatas; persediaan makanan menipis, air bersih menjadi langka, dan wabah penyakit mudah menyebar di antara tenda-tenda pengungsian yang rapuh. Anak-anak tumbuh dalam antrean bantuan, ibu-ibu menyimpan cemas, sementara para lansia menghadapi hari-hari dengan tubuh yang semakin lelah.

Menurut pantauan Mureks, konflik yang belum mereda ini membuat bantuan kemanusiaan sulit menjangkau mereka yang membutuhkan, memperpanjang penderitaan warga sipil yang terdampak.

DT Peduli Hadirkan Bantuan Pangan Siap Olah

Menanggapi kondisi darurat tersebut, DT Peduli menyalurkan paket pangan siap olah. Bantuan ini didistribusikan langsung kepada keluarga-keluarga yang terdampak konflik, kelangkaan pangan, dan terputusnya urat nadi kehidupan. Eko berharap, paket pangan ini setidaknya dapat menjadi bekal bagi para pengungsi untuk bertahan, meskipun situasi di sekitar mereka belum kembali aman.

F. Arif Yusuf, Asisten Manajer Urusan Internasional Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) DT Peduli, menyoroti makna lebih dari sekadar bantuan fisik. “Ini menjadi pengingat bahwa di tengah negeri yang belum menemukan damai, masih ada kepedulian yang berjalan perlahan namun pasti. Bahwa di antara sejarah panjang konflik dan hari esok yang belum jelas, harapan tetap bisa menyala,” ungkapnya.

Bantuan ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memberikan semangat dan harapan bagi para pengungsi di tengah ketidakpastian yang mereka hadapi.

Mureks