Nasional

DT Peduli Perkuat Koordinasi Penanganan Banjir Bireuen, Rekomendasikan Relokasi Warga Terdampak

BIREUEN – Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli (DT Peduli) terus menguatkan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam upaya penanganan dampak banjir. Langkah ini diambil menyusul perpanjangan status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah Bireuen hingga 30 Desember 2025.

Deputi Direktur Program DT Peduli, Iwan Firmansyah, bersama Kepala DT Peduli Aceh, Asbah, melakukan pertemuan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Bireuen, Hanafiah, pada Sabtu (6/12/2025) di Pendopo Bireuen. Koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya dengan Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Pangarso Suryotomo, di Banda Aceh pada Kamis (4/12/2025).

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Rekomendasi Relokasi dan Pemulihan Berkelanjutan

Dalam pertemuan tersebut, Iwan Firmansyah menyoroti kondisi para penyintas dan perlunya rencana pemulihan yang berkesinambungan. Ia merekomendasikan adanya relokasi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir.

“Setelah kami meninjau beberapa titik di Bireuen, kami merekomendasikan adanya relokasi bagi warga yang kehilangan rumah. Ada satu desa hilang 40 rumah, di titik lain 35 rumah,” ujar Iwan.

Iwan menekankan pentingnya mempertimbangkan akses masyarakat terhadap sumber mata pencarian saat menentukan lokasi relokasi, guna menghindari masalah baru di kemudian hari. Pemerintah daerah sendiri tengah menyiapkan rencana pemulihan jangka panjang, termasuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.

Prioritas Jangka Pendek: Akses dan Distribusi Bantuan

Untuk jangka pendek, Iwan menyebutkan bahwa prioritas utama adalah pembukaan akses, khususnya jembatan dan jalur distribusi bantuan. Ia berharap seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan lancar dan masyarakat segera pulih.

“Mohon doa, mudah-mudahan diberikan kemudahan dan Aceh bisa pulih kembali serta masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa,” tuturnya.

Sinkronisasi Data dan Apresiasi Relawan

DT Peduli juga menekankan pentingnya sinkronisasi data dengan BNPB. Pendataan ini mencakup sebaran posko, jumlah relawan, serta distribusi bantuan yang telah dilakukan di lapangan. Hal ini krusial untuk mengukur efektivitas penanganan dan memastikan bantuan tepat sasaran.

“BNPB sangat percaya dengan para relawan yang bergerak cepat menembus daerah terisolasi. Mereka mengapresiasi pergerakan teman-teman di lapangan,” kata Iwan.

Melalui sistem dashboard dan kanal pelaporan khusus, setiap lembaga diharapkan dapat memperbarui data bantuan dan operasi kemanusiaan. Ini dinilai penting untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan di titik-titik yang belum tersentuh.

Iwan menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga dan sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi dampak bencana yang luas. “Wilayah terdampak sangat luas. Banyak titik yang terisolir. Dengan sinergi pemerintah, lembaga swasta, dan lembaga zakat, kita bisa menjangkau lebih banyak penyintas,” jelasnya.

Koordinasi intensif ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan warga Bireuen dan wilayah lain di Aceh yang masih berjuang mengatasi dampak bencana banjir.

Mureks