DT Peduli, Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli, telah memulai pembangunan empat pintu MCK (Mandi, Cuci, Kakus) darurat serta fasilitas sanitasi air bersih di Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Inisiatif ini diambil untuk merespons krisis sanitasi yang dialami warga terdampak banjir bandang, yang telah berlangsung selama 32 hari pascabencana.
Pembangunan fasilitas vital ini dimulai pada Sabtu, 27 Desember 2025. Langkah cepat DT Peduli ini menjadi solusi mendesak mengingat sulitnya akses air bersih bagi warga di lokasi pengungsian untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan memasak.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Warga Kesulitan Akses Sanitasi dan Air Bersih
Sebelumnya, fasilitas umum (fasum) yang tersedia tidak mampu menampung banyaknya jumlah warga penyintas. Kondisi ini memicu antrean panjang yang terjadi setiap pagi hingga malam hari, menambah beban bagi mereka yang sudah terdampak bencana. Selain itu, jarak fasum yang cukup jauh dari posko pengungsian juga menjadi kendala signifikan bagi para penyintas.
Mureks mencatat bahwa kesulitan akses sanitasi dan air bersih yang berkelanjutan ini berpotensi menimbulkan masalah kesehatan baru di tengah kondisi pengungsian.
Relawan DT Peduli Pimpin Pembangunan
Melihat kondisi darurat tersebut, Lucky, seorang relawan DT Peduli yang memiliki keahlian dalam konstruksi bangunan, berinisiatif memimpin langsung pembangunan MCK di area Posko DT Peduli. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu tiga hari ke depan agar dapat segera dimanfaatkan oleh warga sekitar.
“Kami dari DT Peduli melaksanakan pembuatan MCK darurat sebanyak empat pintu. Targetnya mudah-mudahan dua atau tiga hari ke depan fasilitas ini sudah selesai dan bisa digunakan,” ujar Lucky di lokasi pembangunan, Kamis (08/01/2026).
Dengan selesainya pembangunan empat pintu MCK ini, diharapkan warga di sekitar Posko Bandar Mahligai tidak lagi kesulitan mencari akses sanitasi yang layak atau harus mengantre lama di fasilitas umum yang letaknya jauh. DT Peduli terus berkomitmen hadir di garis depan pemulihan pascabencana, memastikan kebutuhan dasar seperti kesehatan dan sanitasi para penyintas tetap terpenuhi secara layak dan higienis.





