Serangan drone Israel kembali mengguncang Jalur Gaza pada Kamis (8/1), menewaskan sembilan warga Palestina, termasuk lima anak-anak. Insiden mematikan ini terjadi di beberapa lokasi pengungsian di wilayah tersebut, memicu kekhawatiran baru akan keselamatan warga sipil.
Juru bicara Badan pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal, mengonfirmasi insiden tersebut kepada AFP. Ia merinci, “Empat orang, termasuk tiga anak, tewas ketika sebuah drone menghantam tenda yang menampung pengungsi di Gaza selatan.”
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Bassal menambahkan, “Di utara Jalur Gaza, seorang gadis berusia 11 tahun tewas di dekat kamp pengungsi Jabalia dan serangan terhadap sebuah sekolah menewaskan satu orang, sementara sebuah drone di dekat Khan Yunis di selatan menewaskan seorang pria.” Selain itu, dua warga Gaza lainnya, termasuk seorang anak, juga dilaporkan tewas dalam serangan terpisah.
Militer Israel menyatakan sedang memeriksa laporan mengenai serangan-serangan tersebut. Sementara itu, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, Mureks mencatat bahwa setidaknya 425 warga Palestina telah tewas di Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025 lalu, menambah daftar panjang korban konflik di wilayah tersebut.






