Keuangan

Donald Trump Umumkan AS Ambil Alih Cadangan Minyak Venezuela, Perusahaan Raksasa Siap Berinvestasi

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana ambisius untuk mengambil alih cadangan minyak Venezuela. Trump menyatakan AS akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak raksasa Amerika untuk menginvestasikan miliaran dollar AS demi membenahi industri minyak negara Amerika Latin tersebut. Pernyataan ini disampaikan Trump pada Sabtu, 4 Januari 2026, di mana ia juga menyebut AS akan mengoperasikan pemerintahan Venezuela untuk sementara waktu.

Menurut data dari US Energy Information Administration (EIA), Venezuela memiliki cadangan minyak mentah sekitar 303 miliar barel. Jumlah ini setara dengan hampir seperlima dari total cadangan minyak global, menjadikannya aset strategis yang krusial bagi masa depan negara tersebut.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

“Kami akan membawa perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menghabiskan miliaran dollar, dan memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak parah,” tegas Trump, seperti dikutip dari CNN pada Minggu, 4 Januari 2026.

Meski harga minyak berjangka tidak diperdagangkan pada akhir pekan sehingga dampak langsung belum terlihat, perombakan industri minyak Venezuela yang dipimpin AS berpotensi besar. Langkah ini dapat menjadikan Venezuela pemasok minyak yang lebih besar di masa depan, membuka peluang bagi perusahaan minyak Barat, dan menambah pasokan global. Namun, Mureks mencatat bahwa harga minyak yang lebih rendah juga berpotensi mengurangi insentif produksi bagi sebagian perusahaan minyak AS.

Pemulihan produksi minyak Venezuela diperkirakan akan memakan waktu lama dan membutuhkan biaya yang sangat besar. Perusahaan minyak negara PDVSA mengungkapkan bahwa jaringan pipa minyak Venezuela belum diperbarui selama 50 tahun. Untuk mengembalikan produksi ke level puncaknya, estimasi biaya yang diperlukan mencapai 58 miliar dollar AS.

“Untuk minyak, ini berpotensi menjadi peristiwa bersejarah. Rezim Maduro dan Hugo Chavez pada dasarnya menguras industri minyak Venezuela,” ujar Phil Flynn, analis pasar senior dari Price Futures Group.

Produksi Minyak Venezuela Jauh di Bawah Potensi

Meskipun memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, realisasi produksi Venezuela saat ini jauh dari potensi. Negara ini hanya memproduksi sekitar 1 juta barel minyak per hari, atau sekitar 0,8 persen dari produksi global. Angka ini kurang dari setengah produksi sebelum Nicolas Maduro berkuasa pada tahun 2013, dan jauh di bawah produksi sekitar 3,5 juta barel per hari sebelum rezim sosialis mengambil alih.

EIA mencatat, penurunan drastis produksi ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk sanksi internasional, krisis ekonomi yang berkepanjangan, serta minimnya investasi dan perawatan. Infrastruktur energi Venezuela terus memburuk, menyebabkan kapasitas produksinya menyusut tajam.

Dengan tingkat produksi saat ini, Venezuela dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap pasokan minyak global. Sepanjang tahun ini, harga minyak global relatif terkendali. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran kelebihan pasokan, peningkatan produksi oleh OPEC, serta melemahnya permintaan seiring perlambatan ekonomi global akibat inflasi dan tekanan biaya hidup.

Mureks