Jumat, 02 Januari 2026 – Bank sentral global memegang peranan vital dalam menjaga stabilitas ekonomi dan merumuskan kebijakan moneter suatu negara. Neraca keuangan lembaga-lembaga ini, yang mencakup surat utang pemerintah, cadangan devisa, dan berbagai instrumen finansial, menjadi indikator penting kekuatan finansial dan arah strategis ekonomi.
Berdasarkan data terbaru dari Bank for International Settlements (BIS) per kuartal III 2025, terungkap daftar bank-bank sentral terbesar di dunia berdasarkan total aset. Peringkat ini tidak hanya merefleksikan skala ekonomi suatu negara, tetapi juga perbedaan pendekatan dalam kebijakan moneter, tingkat pelonggaran kuantitatif, serta intervensi di pasar valuta asing.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Dominasi Tiga Besar dan Posisi Bank Indonesia
Menurut laporan yang dikutip dari Visual Capitalist, Bank Sentral Kawasan Euro menempati posisi puncak dengan total aset mencapai 7,13 triliun dollar AS. Disusul ketat oleh Bank Sentral China dengan 6,62 triliun dollar AS, dan Federal Reserve Amerika Serikat di posisi ketiga dengan 6,59 triliun dollar AS. Ketiga entitas ini secara kolektif menguasai lebih dari separuh total aset bank sentral di seluruh dunia.
Fenomena menarik lainnya adalah Swiss, yang meskipun memiliki populasi relatif kecil, berhasil mencatatkan aset di atas 1,1 triliun dollar AS. Angka fantastis ini, menurut Mureks, didorong oleh intervensi valuta asing yang agresif dan akumulasi cadangan devisa yang signifikan.
Lantas, bagaimana dengan Bank Indonesia (BI)? Mureks mencatat bahwa Bank Indonesia berada di posisi ke-18 dalam daftar bank sentral dengan aset terbesar di dunia, dengan total aset mencapai 272 miliar dollar AS. Posisi ini menempatkan BI di atas Bank Sentral Australia (263 miliar dollar AS) dan Bank Sentral Israel (259 miliar dollar AS), yang masing-masing berada di urutan ke-19 dan ke-20. Namun, posisi BI masih di bawah bank sentral negara tetangga seperti Singapura dan Thailand, yang masing-masing menduduki peringkat ke-9 dan ke-13.
Memahami Aset Bank Sentral
Aset bank sentral terdiri dari beragam instrumen keuangan, mulai dari cadangan emas dan mata uang asing hingga obligasi pemerintah dan pinjaman kepada lembaga keuangan. Cadangan ini merupakan fondasi utama bagi operasional moneter bank sentral, yang memungkinkan mereka untuk memengaruhi suku bunga, mengendalikan inflasi, dan menstabilkan nilai tukar mata uang.
Peran bank sentral saat ini telah berkembang pesat. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai lender of last resort atau pemberi pinjaman terakhir, tetapi juga sebagai penstabil pasar keuangan melalui program pembelian aset dan penyediaan likuiditas.
Kebangkitan Ekonomi Negara Berkembang
Meskipun negara-negara maju masih mendominasi peringkat teratas, negara-negara berkembang menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam akumulasi aset bank sentral mereka. Bank Sentral India, misalnya, memiliki aset sebesar 911 miliar dollar AS, diikuti oleh Brasil dengan 898 miliar dollar AS.
Arab Saudi juga menunjukkan kekuatan finansial dengan aset mencapai 515 miliar dollar AS. Angka ini mencerminkan besarnya surplus yang didorong oleh sektor energi, serta pengelolaan dana kekayaan negara dan sistem patokan mata uang yang efektif.






