Nasional

Destinasi Wisata di Yogyakarta, Jakarta, dan Bali Dipadati Pengunjung Rayakan Tahun Baru 2026

Jumat, 02 Januari 2026 – Momen pergantian Tahun Baru 2026 diwarnai lonjakan aktivitas wisata di berbagai kota besar Indonesia. Destinasi utama pariwisata seperti Yogyakarta, Jakarta, dan Bali menjadi magnet bagi ribuan pengunjung yang ingin menikmati liburan awal tahun.

Kawasan ikonik seperti Malioboro dan Titik Nol Kilometer di Yogyakarta, Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta, hingga Pantai Sanur di Bali, seluruhnya mencatat keramaian luar biasa. Di tengah euforia ini, berbagai cerita dari pengunjung dan masyarakat lokal, serta upaya antisipasi kesehatan, turut mewarnai perayaan tahun baru yang berlangsung lebih sederhana namun tetap penuh makna.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Yogyakarta: Malioboro dan Titik Nol Kilometer Penuh Sesak, Sampah Terkendali

Kawasan Tugu Yogyakarta hingga Titik Nol Kilometer menjadi pusat keramaian saat libur Tahun Baru 2026. Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni, memperkirakan sekitar 500 ribu orang memadati area ini dan sepanjang Malioboro.

Meski demikian, kerumunan tersebut tidak menyebabkan penumpukan sampah yang tak terkendali. Fitria Dyah Anggraeni mengungkapkan, “Volume sampahnya itu tidak sampai 8 ton, dia tidak sampai itu nggak.” Jumlah ini jauh lebih rendah dari perkiraan awal. Petugas kebersihan bergerak cepat setelah pergantian tahun, dengan truk pengangkut menyisir rute Tugu–Malioboro–Titik Nol sebanyak tiga kali.

Sebagai langkah antisipasi kondisi darurat kesehatan, Pemerintah Kota Yogyakarta juga menyiagakan alat kejut jantung otomatis atau Automated External Defibrillator (AED) di sejumlah titik strategis di Malioboro, termasuk Teras Malioboro 1, Plaza Malioboro, dan dekat Titik Nol Kilometer. Menurut Ima, salah satu sekuriti di Teras Malioboro 1, alat tersebut belum sempat digunakan hingga saat ini. “Ini setiap hari di sini. Ini dari pemerintah,” ujarnya.

Taman Margasatwa Ragunan Jakarta Catat Lonjakan Pengunjung

Di Jakarta, Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta Selatan mengalami lonjakan kunjungan signifikan pada hari pertama tahun 2026. Mureks mencatat bahwa total pengunjung mencapai 113.000 orang, melampaui prediksi pengelola yang memperkirakan antara 80.000 hingga 100.000 pengunjung.

Humas Ragunan, Wahyudi Bambang, memastikan bahwa aktivitas wisata tetap aman dan berjalan tertib sepanjang hari, meskipun cuaca sempat diwarnai hujan dan angin kencang. “Hari ini kita prediksikan tanggal 1 itu 80 sampai 100 ribu, tapi faktanya 113.000. Artinya lebih dari apa yang kita perkirakan,” ujar Bambang di lokasi.

Di tengah keramaian, suasana di Ragunan juga menawarkan cerita sederhana dari para keluarga. Salah satu pengunjung asal Cibitung, Kiki, menjelaskan alasannya membawa anak-anaknya ke Ragunan. “Iya lihat-lihat binatang dia ini, memang sengaja ke sini buat anak. Buat ngenalin binatang ke dia,” ucap Kiki.

Pantai Sanur Bali Ramai Wisatawan Nikmati Libur Awal Tahun

Pulau Dewata juga tak luput dari serbuan wisatawan. Pantai Sanur di Kota Denpasar, Bali, dipadati pengunjung yang ingin menikmati momen libur Tahun Baru 2026. Para wisatawan terlihat asyik bermain pasir, ombak, serta bersantai bersama keluarga dan teman.

Seorang pengunjung asal Jember, Bunda Putri, mengungkapkan alasannya memilih Pantai Sanur. “Kami ke sini karena anak-anak saja, minta main ke pantai,” katanya kepada wartawan, menggambarkan keinginan anak-anaknya untuk bermain di tepi laut.

Kusir Andong Malioboro: Pendapatan Belum Pulih Sepenuhnya

Meski kawasan Malioboro dipadati wisatawan, para kusir andong merasakan bahwa jumlah penumpang belum kembali ke level sebelum pandemi COVID-19. Marsaya, seorang kusir andong berpengalaman sejak 1990, mengatakan bahwa pemasukan pada libur tahun ini masih di bawah masa lalu.

Menurut Marsaya, dulu ia bisa mengantongi hingga sekitar Rp 500 ribu per hari, namun kini hanya sekitar Rp 300–400 ribu. “Zaman dulu lebih lancar dulu (lebih banyak penumpangnya dulu),” ujar Marsaya, mengenang kondisi sebelum pandemi yang lebih ramai.

Mureks