JAKARTA – Bank Indonesia (BI) merilis hasil Survei Konsumen untuk Desember 2025 yang mengindikasikan adanya pergeseran signifikan dalam pola pengelolaan pendapatan masyarakat. Data terbaru menunjukkan proporsi pendapatan yang dialokasikan untuk konsumsi mengalami penurunan, sementara porsi tabungan justru menunjukkan peningkatan. Fenomena ini terjadi di tengah tingkat keyakinan konsumen yang tetap berada pada level optimistis.
Menurut laporan BI yang dirilis pada Jumat, 9 Januari 2026, rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang digunakan untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) tercatat sebesar 74,3 persen. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Sejalan dengan itu, proporsi pembayaran cicilan atau utang terhadap pendapatan (debt to income ratio) juga mengalami penurunan menjadi 10,8 persen.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Sebaliknya, proporsi pendapatan yang disimpan oleh masyarakat (saving to income ratio) justru melonjak. Pada Desember 2025, porsi tabungan mencapai 14,9 persen, sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Catatan Mureks menunjukkan, pergeseran ini mengindikasikan kecenderungan rumah tangga untuk menahan pengeluaran konsumsi dan lebih memilih untuk meningkatkan simpanan mereka.
Pergeseran Konsumsi dan Tabungan Berdasarkan Kelompok Pengeluaran
Penurunan proporsi konsumsi terhadap pendapatan teramati pada sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat. Penurunan yang paling menonjol tercatat pada kelompok pengeluaran antara Rp 4,1 juta hingga Rp 5 juta, di mana proporsi konsumsi mereka berada di angka 70,9 persen.
Di sisi lain, peningkatan porsi pendapatan yang ditabung terjadi di seluruh kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi dalam rasio tabungan terhadap pendapatan (saving to income ratio) tercatat pada kelompok pengeluaran Rp 3,1 juta hingga Rp 4 juta, yang mencapai 15,5 persen. Disusul kemudian oleh kelompok pengeluaran Rp 4,1 juta hingga Rp 5 juta dengan rasio tabungan sebesar 15,7 persen.
Keyakinan Konsumen Tetap Optimistis
Meskipun terjadi pergeseran pola konsumsi dan tabungan, Survei Konsumen BI juga mengonfirmasi bahwa keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Desember 2025 berada pada level optimistis, yakni 123,5. Angka ini memang sedikit lebih rendah dibandingkan IKK November 2025 yang tercatat 124,0, namun tetap menunjukkan optimisme yang solid.
Kuatnya keyakinan konsumen ini bersumber dari persepsi positif terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap kondisi ekonomi di masa depan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat sebesar 111,4, sementara Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) mencapai 135,6. Kedua indeks ini sama-sama berada di zona optimistis.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen pada Desember 2025 mengalami peningkatan pada kelompok pengeluaran Rp 2,1 juta sampai Rp 5 juta. Peningkatan IKK tertinggi tercatat pada kelompok pengeluaran Rp 4,1 juta hingga Rp 5 juta, dengan indeks mencapai 129,2.






