Mahasiswa Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) berhasil menciptakan inovasi pakan berkelanjutan untuk industri budi daya kelinci. Solusi bernama RaBite ini memanfaatkan limbah pertanian, menawarkan alternatif pakan bernutrisi tinggi dengan harga terjangkau bagi peternak di Indonesia.
Inovasi yang digagas oleh Tim Rabbids Invansion UI ini sukses meraih Juara 1 dalam Kompetisi Ide Bisnis bertema Sustainability Rabbitry. Kompetisi bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Rabbit Ranch, Fakultas Peternakan, Universitas Padjajaran, menunjukkan pengakuan terhadap potensi besar RaBite.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono, di Depok, Kamis (8/1/2026), menyatakan bahwa RaBite merupakan bukti nyata kemampuan mahasiswa UI dalam mengintegrasikan kolaborasi, keilmuan, kewirausahaan, serta kepedulian terhadap isu keberlanjutan global. “Inovasi RaBite sejalan dengan komitmen UI dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Responsible Production and Consumption) melalui pemanfaatan limbah, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan sektor peternakan rakyat berjalan baik. Selain itu, juga SDG 2 (No Poverty) dengan penyediaan pakan ternak yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Padang.
Proyek bisnis bertajuk RaBite – From Waste to Wellness ini dikembangkan sebagai respons atas tingginya volume limbah sayuran di Indonesia yang mencapai sekitar 2,8 ton per hari. Catatan Mureks menunjukkan, volume limbah yang masif ini selama ini menimbulkan kerugian ekonomi dan permasalahan lingkungan serius.
Tim Rabbids Invansion terdiri dari Dedi DjunDjun Putrawan dari Manajemen Rekod dan Arsip Program Vokasi UI, Yosua Tarigan dari Sastra Belanda Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, dan Alifa Sari dari Bisnis Digital Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya. Kolaborasi lintas disiplin ilmu ini menjadi kekuatan utama dalam merancang model bisnis yang matang dan aplikatif.
Pakan RaBite dibuat dari sayuran sisa, dedak, dan ampas tahu yang difermentasi menggunakan probiotik. Proses ini menghasilkan pakan dengan kualitas nutrisi yang lebih stabil dan optimal bagi kelinci. Keunikan RaBite juga terletak pada penggunaan edible coating berbahan pati kulit singkong, yang berfungsi memperpanjang usia simpan pakan sekaligus menjaga kandungan nutrisi di dalamnya.
Dengan inovasi ini, peternak kelinci dapat memperoleh pakan yang lebih efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan. RaBite tidak hanya menjawab persoalan limbah pertanian, tetapi juga menghadirkan solusi pakan berkualitas dengan harga terjangkau, mendukung keberlanjutan budi daya kelinci di Indonesia.





