Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dilanda banjir di sejumlah wilayah setelah hujan deras mengguyur dengan intensitas tinggi pada Jumat (9/1) malam hingga Sabtu (10/1) dini hari 2026. Bencana ini menyebabkan genangan di pemukiman warga, merusak fasilitas umum, dan sempat mengganggu akses jalan utama.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Eko Hari Djatmiko, menjelaskan bahwa banjir paling parah terjadi di Desa Singocandi. “Banjir mengakibatkan enam rumah warga di Desa Singocandi tergenang, setelah tembok pembatas antara perumahan dengan Sungai Gelis rusak, mengingat debit air sungai juga meningkat pada Jumat (9/1) malam,” ujarnya di Kudus, Sabtu.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Di Desa Singocandi RT 8 RW 3, luapan air Sungai Gelis menyebabkan pagar tembok pembatas antara Perumahan Singocandi dan sungai roboh sepanjang sekitar 3 meter dengan tinggi 2 meter. Akibatnya, enam rumah warga tergenang air setinggi 1 meteran. Sebanyak enam kepala keluarga terdampak dan terpaksa mengungsi sementara ke rumah tetangga terdekat.
Selain Singocandi, hujan deras juga merusak jembatan sebelum pintu masuk Wisata Colo, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Sementara itu, di Kecamatan Mejobo, genangan air mencapai 50-an centimeter merendam Desa Golantepus, Temulus, hingga Kesambi.
Akses Jalan Pantura Timur Kudus-Pati juga sempat tergenang banjir pada Jumat (9/1) malam. Kasat Lantas Polres Kudus AKP Royke Noldy Darean mengakui bahwa genangan tersebut menghambat lalu lintas akibat penumpukan sampah di Jembatan Ngembal yang menyebabkan air meluap ke jalan. “Hari ini, sejak pukul 01.00 WIB akses jalan kembali lancar, karena sampah sudah diambil oleh instansi terkait,” kata Royke, seraya mengingatkan pengguna jalan untuk tetap berhati-hati.
Genangan banjir di Desa Singocandi juga mulai surut pada Jumat (9/1) pukul 23.00 WIB. Tim redaksi Mureks mencatat, meskipun demikian, peningkatan debit air Sungai Gelis masih terpantau di beberapa titik lain, seperti Dukuh Kuanaran Kelurahan Kajeksan, kawasan Jembatan Taman Siswa Desa Singocandi dan Desa Demaan, Desa Demangan, Desa Demaan RT 4 RW 5, serta Kelurahan Sunggingan. “Meski debit air meningkat, kondisi pemukiman warga di lokasi tersebut masih terpantau aman,” tambah Eko Hari Djatmiko.
Namun, di Desa Demangan RT 1 RW 3, peningkatan debit air menyebabkan jalan pinggir Sungai Gelis tergerus dan berlubang sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar 1,5 meter. Kasat Samapta Polres Kudus AKP Noor Alifi bersama jajaran Polsek Kudus Kota telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi-lokasi terdampak pada Jumat malam.






