Corsair, produsen perangkat keras gaming terkemuka, pada 6 Januari 2026 mengumumkan peluncuran dua versi baru dari mouse gaming Sabre V2 Pro. Varian terbaru ini hadir dengan material premium berupa serat karbon dan paduan magnesium, menandai pergeseran fokus dari bobot ultra-ringan yang menjadi ciri khas model orisinal.
Sebelumnya, Sabre V2 Pro orisinal berhasil mencuri perhatian para penggemar game FPS kompetitif berkat bobotnya yang sangat ringan, hanya 36 gram. Mouse ini bahkan dianggap sebagai favorit sejak kemunculan Logitech G Pro X Superlight.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Dua model baru yang diperkenalkan adalah Sabre V2 Pro CF (Carbon Fiber) dan Sabre V2 Pro MG (Magnesium Alloy). Keduanya memiliki ukuran sedikit lebih besar serta menawarkan daya tahan baterai lebih lama dan konektivitas tri-mode. Varian MG dibanderol lebih murah, yakni $150 atau sekitar £120, sementara varian CF dihargai $200 atau sekitar £160.
Perbedaan harga ini kemungkinan terkait dengan desain varian MG yang memiliki banyak lubang pada cangkangnya, yang berarti penggunaan material lebih sedikit. Namun, hal ini juga menimbulkan pertanyaan mengingat bobot kedua varian baru ini bertambah sekitar 20 gram, menjadikan Sabre V2 Pro CF berbobot 55 gram dan Sabre V2 Pro MG 56 gram.
Keunggulan Sabre V2 Pro orisinal terletak pada bobotnya yang ringan tanpa perlu dilubangi, bahkan di bagian bawah, berbeda dengan beberapa mouse ringan dari Pulsar dan produk sejenis lainnya. Mouse ini juga memiliki harga yang terjangkau, $100, dan sempat turun menjadi $80 saat Black Friday 2025.
Sabre V2 Pro MG yang seharga $150, memiliki lubang, dan berbobot 56 gram, memang tidak terlalu berat jika dibandingkan dengan mouse favorit lainnya seperti Razer DeathAdder V4 Pro yang juga berbobot 56 gram. Corsair mengklaim bahwa varian MG ditujukan untuk “elite FPS players who expect exceptional precision but also want the cooling benefits and strength of a magnesium alloy shell.”
Klaim ini masuk akal, terutama dengan tambahan daya tahan baterai 50 jam, sehingga total mencapai 120 jam melalui koneksi 2.4 GHz pada polling rate 1 kHz. Namun, pergeseran fokus ini, Mureks mencatat, menandai perbedaan signifikan dari filosofi Sabre V2 Pro orisinal yang menekankan bobot ultra-ringan dan harga terjangkau.
Sentimen serupa juga berlaku untuk varian serat karbon. Meskipun tidak terlihat berlubang seperti versi paduan magnesium, harganya $100 lebih mahal dari model orisinal dengan tambahan bobot 19 gram dan material yang berbeda. Corsair mengklaim material ini “delivers enhanced rigidity and strength on top of exceptional agility and precision,” namun tim redaksi Mureks perlu melakukan pengujian langsung untuk memverifikasi klaim tersebut.
Selain mouse gaming, Corsair juga mengumumkan mouse pad baru yang diposisikan sebagai pesaing Steelseries QcK Performance, salah satu mouse pad terbaik di pasaran. Mouse pad ini dibanderol $60 atau £50 untuk ukuran Large, dan $30 atau £25 untuk ukuran Medium. Pengumuman lain termasuk versi Hall effect dari MAKR 75 yang diluncurkan Juli tahun lalu, dengan harga $250 atau £220, jauh lebih mahal dari versi non-HE. Ini menunjukkan tren peningkatan harga pada semua pengumuman terbaru dari Corsair.






