PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, secara resmi mengumumkan telah merampungkan akuisisi jaringan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) Esso milik ExxonMobil di Singapura. Penyelesaian transaksi ini menjadi langkah strategis TPIA dalam memperkuat portofolio bisnisnya di sektor energi.
Mengutip keterbukaan informasi yang diterima Mureks pada Jumat (2/1/2026), akuisisi ini tuntas setelah seluruh persetujuan regulasi yang berlaku serta ketentuan penutupan transaksi terpenuhi. Langkah ini merupakan kelanjutan dari strategi Chandra Asri Group untuk membangun platform infrastruktur energi yang terintegrasi dan tangguh di kawasan.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Perseroan menegaskan akan terus mengejar peluang pertumbuhan yang sejalan dengan tujuan bisnis jangka panjang serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan. Sebelumnya, Chandra Asri telah menyatakan akan mengambil alih hampir 60 SPBU Esso di Singapura, termasuk perjanjian pasokan terkait.
Meskipun terjadi akuisisi, TPIA memastikan bahwa seluruh SPBU tersebut akan tetap beroperasi dengan merek Esso. Pasokan bahan bakar juga akan tetap berasal dari ExxonMobil, dan seluruh program loyalitas pelanggan yang telah ada akan dipertahankan.
ExxonMobil Pastikan Transisi Lancar
Ketua dan Managing Director ExxonMobil Asia Pacific, Geraldine Chin, menyatakan pihaknya akan memastikan transisi berjalan lancar tanpa gangguan operasi. Chin menjelaskan, “Keputusan untuk beralih ke model grosir bermerek sejalan dengan strategi pemasaran kami secara global dan upaya berkelanjutan untuk memperkuat portofolio bisnis.”
Chin juga menegaskan bahwa penjualan jaringan SPBU ini tidak akan memengaruhi operasi pabrik manufaktur ExxonMobil di Singapura. Pabrik tersebut akan tetap memasok bahan bakar ke pelanggan komersial di kawasan dan secara global. Menurut Mureks, ExxonMobil akan terus bekerja sama dengan Chandra Asri agar pelanggan tetap dapat menikmati layanan dan manfaat program loyalitas seperti biasa.
Strategi Efisiensi Global ExxonMobil
Penjualan jaringan SPBU ini mengonfirmasi laporan Reuters pada April lalu yang menyebut ExxonMobil berencana keluar dari bisnis ritel bahan bakar di Singapura. Keputusan ini merupakan bagian dari strategi efisiensi global perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.
Sebelumnya, ExxonMobil juga telah mengumumkan rencana pemangkasan 10%-15% karyawan di Singapura, atau sekitar 500 pekerja dari total 3.500. Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan restrukturisasi global ExxonMobil yang akan memangkas sekitar 2.000 karyawan di seluruh dunia, atau 3-4% dari total tenaga kerja.
Restrukturisasi ini disebut perlu untuk meningkatkan daya saing di tengah perubahan lanskap energi global yang terus berkembang.






