Keuangan

Bulog Rencanakan Ekspor Beras ke Timor Leste, Papua Nugini, dan Malaysia Usai Swasembada 2025

Perum Bulog mengumumkan rencana ekspor beras ke Timor Leste, Papua Nugini, dan Malaysia pada tahun 2026. Kebijakan ini diambil menyusul klaim tercapainya swasembada pangan nasional pada tahun 2025, yang ditandai dengan ketersediaan stok beras yang dinilai mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa pada tahun 2026, Bulog menargetkan penyerapan 4 juta ton beras dari petani. Dengan tambahan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini mencapai 3,3 juta ton di gudang Bulog, total ketersediaan beras pemerintah diproyeksikan mencapai 7 juta ton.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

“Dengan 7 juta tersebut insyaallah kita akan maksimalkan untuk dalam negeri dulu,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, pada Jumat (9/1/2026). Ia menambahkan, potensi ekspor akan dibuka setelah kebutuhan domestik terpenuhi, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Rizal menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada tahun 2025. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya impor beras konsumsi sepanjang tahun tersebut. “Sejak bulan Januari 2025 sampai dengan Desember 2025 Indonesia tidak ada lagi impor beras,” katanya.

Catatan Mureks menunjukkan, stok beras di gudang Bulog sempat mencapai puncaknya pada Juli 2025, yakni sebesar 4,5 juta ton, memperkuat posisi Indonesia dalam ketahanan pangan.

Wacana ekspor beras ini sebelumnya juga disampaikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Saat berbicara di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah acara di Cilebar, Karawang Timur, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026), Amran menyatakan target ekspor akan dilakukan setelah serapan Bulog tercapai.

“Izin Bapak Presiden, yang penting Bulog izinnya dan serapannya, 3 bulan ke depan. Sama saja 2025, aku tidak minta lebih. Sama saja. Hampir pasti kita lakukan ekspor tahun ini,” tutur Amran.

Selain rencana ekspor, Bulog juga berambisi menerapkan kebijakan satu harga untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini, harga beras SPHP masih bervariasi antar zona.

“Seperti juga Pertamina. Pertamina juga dari Sabang sampai Merauke satu harga, Bulog juga berasnya dari Sabang sampai Merauke satu harga,” jelas Rizal, mencontohkan model penetapan harga yang seragam.

Mureks