Setelah penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro akhir pekan lalu, perhatian dunia internasional tidak hanya tertuju pada cadangan minyak negara Amerika Selatan tersebut. Kini, fokus juga beralih pada kemungkinan keberadaan cadangan aset digital bernilai besar, khususnya Bitcoin.
Sejumlah pakar keuangan dan kripto menyebut Venezuela kemungkinan menyimpan simpanan Bitcoin dalam jumlah signifikan. Nilainya bisa mencapai miliaran dolar AS dan berpotensi mengguncang pasar keuangan global jika dilikuidasi atau disita.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Dikutip dari CNBC, Kamis (8/1/2026), para ahli mengatakan sanksi ekonomi yang selama bertahun-tahun membatasi akses Venezuela ke sistem keuangan internasional mendorong negara tersebut mencari alternatif penyimpanan dan pemindahan kekayaan. Bitcoin dan aset kripto lainnya dinilai menjadi salah satu solusi karena sifatnya yang terdesentralisasi dan relatif sulit dilacak.
Situasi ini memperkuat spekulasi tentang cadangan kripto Venezuela, terutama di tengah perubahan rezim yang berpotensi memicu pergerakan besar aset-aset tersembunyi milik pemerintahan sebelumnya.
“Sangat wajar untuk berasumsi bahwa Venezuela memiliki keterpapasan yang signifikan terhadap bitcoin,” kata Gui Gomes, pendiri dan CEO perusahaan Bitcoin yang berbasis di Amerika Latin, OranjeBTC. Ia menambahkan, “Mengingat mereka dikecualikan dari sistem keuangan global, kemungkinan besar mereka memiliki emas, bitcoin, dan sejumlah dolar di bawah kasur mereka.”
Dalam konteks bisnis dan investasi, kemungkinan likuidasi, penyitaan, atau pemindahan Bitcoin Venezuela dinilai akan membawa dampak jangka panjang bagi industri kripto global. Para analis menyebut situasi ini menegaskan bagaimana aset digital semakin berperan dalam geopolitik dan strategi ekonomi negara-negara besar.
Dalam jangka panjang, keterlibatan pemerintah AS dalam kepemilikan atau pengelolaan Bitcoin berpotensi memperkuat legitimasi aset kripto di mata investor institusional. Dengan demikian, kripto disebut-sebut menjadi “penerima manfaat tak langsung” dari dinamika politik dan ekonomi yang terjadi di Venezuela.
Perdebatan Nilai Cadangan Bitcoin Venezuela
Besaran cadangan Bitcoin yang mungkin dimiliki Venezuela masih menjadi perdebatan di kalangan analis. Sebuah laporan media digital Project Brazen menyebutkan bahwa simpanan kripto Venezuela dapat mencapai nilai sekitar USD 60 miliar, atau sekitar Rp 1.006 triliun (kurs USD 1 = Rp 16.770).
Angka tersebut didasarkan pada sumber anonim dan analisis blockchain yang belum terkonfirmasi. Jika estimasi ini mendekati kebenaran, Venezuela akan menjadi salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia.
Di sisi lain, penyedia data Bitcointreasuries.net memperkirakan kepemilikan Venezuela hanya sekitar 240 Bitcoin dengan nilai sekitar USD 22 juta, atau sekitar Rp 368 miliar. Meskipun jauh lebih kecil, jumlah ini tetap menempatkan Venezuela dalam jajaran 10 besar entitas pemerintah pemegang Bitcoin terbesar secara global.
Mureks mencatat bahwa semua estimasi tersebut harus disikapi dengan hati-hati, mengingat karakteristik privasi dan anonimitas teknologi blockchain.
Kripto Jadi Alternatif di Tengah Sanksi Keuangan
Para ahli menilai penggunaan Bitcoin oleh Venezuela masuk akal mengingat negara tersebut terisolasi dari pasar keuangan global akibat sanksi internasional. Dalam kondisi tersebut, Bitcoin berfungsi sebagai penyimpan nilai, alat perdagangan lintas batas, serta alternatif untuk memindahkan kekayaan secara lebih fleksibel.
“Ada begitu banyak solusi untuk bitcoin yang siap pakai, sebenarnya sangat mudah bagi Anda untuk memenuhi ambang batas keamanan tinggi” melalui cara-cara tersebut, kata Mónica, mitra umum Haun Ventures.
Venezuela juga memiliki sejarah panjang dalam bereksperimen dengan aset digital, termasuk penerbitan token Petro pada 2018 yang akhirnya dihentikan pada 2024. Selain itu, negara tersebut sempat menyita aset penambang kripto dan memiliki kontribusi hash rate Bitcoin global, meskipun relatif kecil.
Skenario Pasca-Perubahan Rezim: Penjualan atau Penyitaan oleh AS
Dengan perubahan rezim yang terjadi, muncul spekulasi mengenai apa yang akan terjadi terhadap cadangan Bitcoin Venezuela. Salah satu skenario adalah penjualan aset kripto tersebut oleh pihak-pihak tertentu yang ingin mengamankan kekayaan. Hal ini berpotensi menekan harga Bitcoin di pasar global.
“Setiap kali terjadi perubahan rezim yang kacau, aset negara tersebut menjadi tidak stabil, orang-orang bisa saja mencuri barang,” kata Bea. Ia melanjutkan, “Saya tidak mengatakan itu mungkin terjadi, tetapi kemungkinannya lebih besar hari ini daripada minggu lalu bahwa, jika mereka memiliki bitcoin, sebagian dari bitcoin itu bisa berakhir di bursa, atau bisa dijual.”
Skenario lain adalah penyitaan oleh Amerika Serikat sebagai bagian dari penegakan hukum terhadap tokoh-tokoh rezim Maduro. Sejumlah pengamat menilai Bitcoin yang disita bahkan dapat dimanfaatkan untuk membangun cadangan Bitcoin strategis AS, sejalan dengan kebijakan pro-kripto Presiden Donald Trump.
“Tidak ada yang menghalangi AS untuk melakukan lebih banyak tindakan penegakan hukum yang menargetkan pelaku kejahatan di Venezuela yang mungkin memiliki banyak bitcoin,” kata Bea. Ia menambahkan, “Dan ketika mereka melakukan itu, bitcoin tersebut dapat langsung masuk ke Departemen Keuangan.”






