Otomotif

BYD Kuasai Pasar Global dengan Penjualan 4,6 Juta Unit Mobil Listrik Sepanjang 2025, Lampaui Rival

Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD Auto, mengukuhkan dominasinya di pasar global setelah berhasil membukukan penjualan fantastis 4,6 juta unit mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan 7,7 persen dibandingkan capaian tahun 2024, menempatkan BYD sebagai pemimpin industri. Capaian ini sekaligus diprediksi melampaui rivalnya dari Amerika Serikat, Tesla, dan mengukuhkan posisi BYD sebagai pembuat BEV terbesar di dunia untuk periode tersebut.

Meski demikian, BYD dan para pemain industri lainnya dihadapkan pada tantangan yang lebih berat pada tahun ini. Pemerintah Tiongkok telah mengisyaratkan pengurangan insentif untuk pembelian BEV, sementara persaingan di pasar domestik kian ketat. Selain itu, hambatan perdagangan internasional juga menjadi ganjalan bagi ambisi BYD untuk berekspansi ke luar negeri.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

CEO BYD, Wang Chuanfu, dalam pertemuan investor awal Desember lalu, mengakui adanya penurunan keunggulan teknologi perusahaan. “Keunggulan teknologi yang dimiliki perusahaan dalam beberapa tahun terakhir telah berkurang, yang memengaruhi performa penjualan domestiknya,” ujar Chuanfu.

Menanggapi hal tersebut, Chuanfu memberi isyarat akan terobosan teknologi baru yang akan datang. Ia meyakinkan seluruh tim perusahaan, termasuk 120 ribu insinyur, untuk kembali mendominasi inovasi dan keunggulan teknologi BYD.

Di sisi ekspor, BYD juga mencatatkan hasil positif. Sepanjang tahun 2025, perusahaan sukses mengapalkan 1,05 juta unit kendaraan ke berbagai negara di dunia. Untuk tahun 2026, BYD menargetkan peningkatan ekspor menjadi 1,5 hingga 1,6 juta unit. Mureks mencatat bahwa sejumlah pakar industri memprediksi BYD mampu menyalurkan total 5,3 juta unit kendaraan pada tahun ini, didukung oleh peluncuran berbagai model baru dan pengenalan rancang bangun kendaraan yang lebih mutakhir.

BYD dan Denza Dominasi Pasar Mobil Listrik Indonesia

Sejak pertama kali memasuki industri otomotif Indonesia pada awal 2024, BYD Auto menunjukkan pertumbuhan fenomenal. Puluhan ribu unit mobil listrik dengan merek BYD dan Denza berhasil terserap pasar.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sebanyak 55.580 unit BYD terjual secara wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) dalam 17 bulan, terhitung dari Juni 2024 hingga November 2025. Pada enam bulan pertama, yang dapat disebut sebagai masa penjajakan, torehan BYD cenderung stabil di kisaran 1.500 hingga 3.000 unit per bulan, langsung menyaingi Hyundai yang saat itu menjadi pemain dominan di segmen BEV nasional. Penjualan ritel (dari diler ke konsumen) juga menunjukkan capaian positif, membukukan total 53.253 unit pada periode yang sama.

Merek Denza, yang diluncurkan pada Januari 2025, langsung mendapat sambutan positif. Model Denza D9 mencatatkan 7.176 unit wholesales dan 7.047 unit penjualan ritel. Terbaru, BYD Atto 1 dengan harga kompetitif, fitur melimpah, dan desain sporty, menjadi magnet bagi konsumen. Angka penyaluran perdananya fantastis, mencapai 9.396 unit pada Oktober dan 8.333 unit pada November 2025.

Jika dijumlahkan, hanya dalam dua bulan, BYD Atto 1 telah menyumbang 17.729 unit wholesales, atau setara dengan 31,9 persen dari keseluruhan pangsa pasar BYD di Indonesia dari Juni 2024 hingga November 2025.

Penjualan BYD di Indonesia ditopang oleh kebijakan insentif impor BEV dengan komitmen investasi, sesuai Peraturan Menteri Investasi Nomor 1 Tahun 2024. Beleid ini meliputi bebas bea masuk dan gratis Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Berkat kebijakan ini, PT BYD Motor Indonesia dapat mengimpor ribuan unit tanpa khawatir harga melambung. Dalam periode 22 bulan, total importasi mobil listrik dari Tiongkok mencapai 68.220 unit.

Namun, berdasarkan Permeninves Nomor 1 Tahun 2024, BYD diwajibkan memulai lokalisasi produksi mulai tahun 2026 di pabrik yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Mureks