Keuangan

Bursa AS Berakhir Beragam, Saham Teknologi Tertekan di Tengah Lonjakan Sektor Pertahanan

Bursa Saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street mengakhiri perdagangan Kamis (8/1/2026) dengan hasil beragam. Indeks utama menunjukkan pergerakan yang tidak seragam, di mana saham-saham teknologi mengalami tekanan signifikan sementara sektor pertahanan justru melonjak tajam.

Indeks S&P 500 ditutup naik tipis 0,01 persen ke level 6.921,45. Sebaliknya, indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi, merosot 0,44 persen ke posisi 23.480,02. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average berhasil menguat 0,55 persen, mencapai level 49.266,11.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Pelemahan di sektor teknologi terlihat dari penurunan saham Nvidia sebesar 2,2 persen, Broadcom turun 3,2 persen, dan Microsoft melemah 1,1 persen. Indeks sektor teknologi S&P 500 sendiri tercatat turun 1,5 persen pada hari itu, dan telah melemah sekitar 1 persen sepanjang tahun 2026. Mureks mencatat bahwa investor semakin selektif terhadap saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) yang valuasinya telah melonjak drastis dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah tekanan tersebut, saham Alphabet justru naik 1,1 persen. Kenaikan ini terjadi sehari setelah induk perusahaan Google tersebut berhasil melampaui kapitalisasi pasar Apple untuk pertama kalinya sejak tahun 2019. Saham Apple sendiri tercatat turun 0,5 persen.

Art Hogan, kepala strategi pasar di B. Riley Wealth, menyoroti dinamika di sektor AI. Ia menyatakan, “Selama AI masih populer, akan ada pemenang dan pecundang. Sektor ini telah menjadi sektor ‘buktikan kepada saya’. Tunjukkan kepada saya bagaimana Anda memonetisasi ini. Tunjukkan kepada saya apakah akan ada pengembalian atas investasi modal yang Anda investasikan dalam pengembangan Anda.”

Kenaikan signifikan terjadi pada saham-saham sektor pertahanan. Hal ini menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyerukan kenaikan anggaran militer AS untuk tahun 2027 menjadi 1,5 triliun dollar AS. Angka ini jauh di atas anggaran 901 miliar dollar AS yang disetujui Kongres untuk tahun 2026.

Saham Lockheed Martin melonjak 4,3 persen, Northrop Grumman bertambah 2,4 persen, dan Kratos Defense mencatat kenaikan impresif sebesar 13,8 persen.

Dari sisi data ekonomi, jumlah warga Amerika yang mengajukan permohonan baru tunjangan pengangguran dilaporkan meningkat secara moderat pada pekan lalu. Pelaku pasar kini menantikan rilis laporan nonfarm payrolls periode Desember, yang akan menjadi salah satu indikator utama pasar tenaga kerja setelah penutupan pemerintah AS terlama dalam sejarah.

Sementara itu, Fitch Ratings menaikkan prospek pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Fitch memperkirakan produk domestik bruto (PDB) AS akan tumbuh 2,1 persen pada tahun 2025 dan 2,0 persen pada tahun 2026, setelah memperhitungkan data ekonomi yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintah tahun lalu.

Mureks