Nasional

Bukan Sekadar Hari Tua, Dana Pensiun Adalah Bukti Cinta Sejati untuk Keluarga

Setiap pekerja memiliki alasan kuat untuk banting tulang setiap hari. Bagi mayoritas, khususnya yang telah berkeluarga, alasan itu adalah menafkahi orang-orang terkasih. Sebuah survei menunjukkan, 75% pekerja berkeluarga menyatakan bahwa mereka bekerja demi menafkahi keluarga, sebagai wujud cinta sepenuh hati. Mereka rela berangkat gelap pulang gelap, ditempa panas dan hujan, semuanya karena cintanya pada keluarga.

Namun, seiring bergantinya tahun, muncul pertanyaan krusial: apakah cinta saja cukup untuk menjamin masa depan keluarga? Banyak pekerja baru menyadari satu hal penting saat terlambat: ketiadaan dana pensiun sebagai perencanaan hari tua di saat sudah tidak bekerja lagi.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Pentingnya Dana Pensiun: Bukan Sekadar Hari Tua

Fakta di lapangan cukup memprihatinkan. Menurut Mureks, data menunjukkan bahwa satu dari dua pensiunan yang telah bekerja puluhan tahun pada akhirnya harus mengandalkan transferan bulanan dari anak-anaknya untuk memenuhi biaya hidup. Lebih jauh lagi, sembilan dari sepuluh pekerja saat ini sama sekali tidak siap menghadapi masa pensiun karena tidak memiliki dana yang cukup untuk mempertahankan standar hidup mereka.

Syarif Yunus, seorang edukator dana pensiun yang juga Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM, kerap mengingatkan bahwa dana pensiun bukanlah sekadar soal hari tua atau aset semata. Ini bukan tentang memiliki rumah, kendaraan, tabungan, atau investasi. Dana pensiun adalah tentang tanggung jawab yang terus berjalan kepada keluarga, bahkan saat kita sudah tidak lagi produktif.

Dana pensiun, khususnya DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan), sejatinya adalah bukti cinta pekerja pada keluarganya. Ini tentang memastikan kesinambungan penghasilan di hari tua, menjaga agar kehidupan orang-orang tercinta tidak ikut runtuh hanya karena kita sudah tidak bekerja. Dengan dana pensiun, kemandirian finansial di hari tua tetap terjaga, sama seperti saat masih bekerja.

Momentum Awal Tahun 2026: Saatnya Bertindak

Memasuki tahun baru 2026, setelah puluhan tahun banting tulang, cinta kepada keluarga tidaklah cukup tanpa tindakan nyata. Syarif Yunus menekankan pentingnya mempersiapkan masa pensiun selagi ada waktu dan kemampuan untuk menyisihkan sebagian gaji.

Persiapan ini bukan untuk menjadi kaya raya di hari tua, melainkan sebagai wujud cinta dan janji agar tidak bergantung pada anak atau berharap pada keberuntungan di masa pensiun. Sebab, masa pensiun tidak bisa dihadapi dengan “gimana nanti”, melainkan harus dengan “nanti gimana”. Siapkanlah dana pensiun dari sekarang, mumpung masih mampu.

Mureks