PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berhasil mencatatkan sejarah sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi Test Maturity Model Integration (TMMi) Level 3. Pencapaian ini menegaskan komitmen BRI dalam memperkuat kualitas pengujian sistem aplikasi demi menghadirkan layanan terbaik bagi nasabah.
TMMi sendiri merupakan standar global yang diakui untuk mengevaluasi tingkat kematangan proses pengujian dalam sebuah organisasi. Standar ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kerangka kerja, konsistensi, hingga efektivitas aktivitas quality assurance.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
BRI Perkuat Fondasi Kualitas Pengujian Sistem
Direktur Teknologi Informasi BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, mengungkapkan bahwa sertifikasi TMMi Level 3 ini merupakan langkah strategis perseroan. “Sebagai bagian dari inisiatif transformasi BRIvolution Reignite, BRI secara konsisten mengimplementasikan prinsip Reliability, Availability, Scalability and Security (RASS) sebagai standar operasional untuk menjaga stabilitas serta keamanan berbagai layanan digital,” ujar Saladin dalam keterangan resminya pada Rabu (7/1/2026).
Mureks mencatat bahwa dengan meraih TMMi Level 3 untuk dua metodologi Software Development Life Cycle (SDLC), yakni V-model dan Agile, BRI telah membuktikan bahwa proses pengujian sistem aplikasinya berjalan lebih terstruktur, terdefinisi, dan konsisten sesuai praktik terbaik industri.
Keberhasilan ini semakin diperkuat dengan resertifikasi ISO 29119, sebuah standar internasional untuk proses pengujian sistem aplikasi. Saladin menambahkan, “Keberhasilan tersebut ini semakin diperkuat dengan suksesnya resertifikasi ISO 29119, standar internasional untuk proses pengujian sistem aplikasi. Dengan kerangka kerja yang semakin matang, BRI dapat memastikan setiap sistem aplikasi diuji secara menyeluruh sehingga aman, efisien dan siap memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna.”
Jaminan Kualitas dan Keamanan Aplikasi
Sertifikasi TMMi Level 3 juga merefleksikan peningkatan signifikan dalam tata kelola pengujian di BRI. Hal ini sekaligus memberikan jaminan bahwa setiap sistem aplikasi diproduksi melalui proses yang lebih ketat dan terstandarisasi. “Dengan kerangka kerja yang semakin matang, kami dapat menghasilkan sistem aplikasi yang lebih stabil dan berkualitas, sehingga mendukung tercapainya customer excellence secara berkelanjutan,” jelas Saladin.
Penerapan quality assurance melalui pendekatan V-model dan Agile memberikan struktur yang kuat dalam proses pengujian, memastikan hasil akhir benar-benar memberikan nilai tambah bagi nasabah.
Melalui capaian TMMi Level 3 dan keberhasilan resertifikasi ISO 29119, BRI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas proses pengujian sistem aplikasi. Pencapaian ini menjadi momentum penting bagi BRI untuk terus berinovasi, meningkatkan standar internal, dan menghadirkan layanan digital yang semakin andal serta bernilai bagi seluruh nasabah.






