Nasional

Bocah 4 Tahun Terkena Peluru Nyasar di Medan, Polisi Selidiki Jenis Senjata dan Sumber Tembakan

Seorang bocah perempuan berusia empat tahun, Asmi Anggraini, menjadi korban peluru nyasar di bagian kelopak mata saat terjadi tawuran di Belawan, Kota Medan, pada Senin (5/1). Insiden tragis ini terjadi ketika Asmi bersama ibunya, Romanda Siregar (31), sedang dalam perjalanan menjemput ayah mereka.

Polisi Selidiki Sumber Peluru

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Wahyudi Rahman menyatakan bahwa pihaknya masih terus menyelidiki kasus penembakan ini. Polisi belum dapat memastikan jenis senjata api yang digunakan pelaku maupun sumber pasti peluru nyasar tersebut. “Lagi sedang dilidik ya. Apakah dia kena senapan atau tidak, karena belum ada hasil pastinya,” kata Wahyudi saat dikonfirmasi pada Selasa (6/1).

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Wahyudi menambahkan, timnya juga belum bisa menyimpulkan apakah insiden ini berkaitan langsung dengan tawuran yang sedang berlangsung. “Kita belum tahu, apakah penyebabnya karena tawuran atau bagaimana. (Sedang) penyelidikan,” ujarnya, menurut pantauan Mureks.

Kronologi dan Perjuangan Ibu Korban

Romanda Siregar menceritakan, saat itu ia dan Asmi menaiki becak menuju Pajak Baru untuk menjemput suaminya. Namun, perjalanan mereka terhambat oleh kemacetan lalu lintas akibat tawuran yang pecah di tengah jalan. Tiba-tiba, Asmi menjerit kesakitan. Romanda terkejut melihat darah bercucuran dari kelopak mata anaknya.

Dengan panik, Romanda langsung memeluk Asmi yang berlumuran darah dan bergegas membawanya ke Rumah Sakit Prima Husada Cipta (PHC) Medan. Namun, akses menuju rumah sakit tersebut terhalang oleh tawuran yang masih berlangsung. Akhirnya, Romanda membawa Asmi ke Rumah Sakit dr. Pringadi Medan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Permohonan Bantuan Biaya Pengobatan

Romanda mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya dalam membiayai pengobatan putrinya, terutama karena mereka tidak memiliki BPJS. Ia memohon bantuan dari pemerintah agar peluru yang bersarang di mata anaknya bisa segera dikeluarkan. “Terhadap pemerintah, tolong dibantu. Bagaimana caranya supaya anak saya ini bisa dikeluarkan pelurunya,” ucap Romanda dengan nada pilu.

Romanda juga menggambarkan kondisi Asmi yang memprihatinkan. “Setiap dia nangis air mata keluar darah. Tolonglah anak saya,” tutup Romanda, berharap ada uluran tangan untuk kesembuhan anaknya.

Mureks