Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total 43.439 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah Indonesia sepanjang tahun 2025. Data yang diperoleh Mureks ini dirilis pada Jumat (2/1/2026), menunjukkan tingginya aktivitas seismik di Tanah Air.
Mayoritas gempa yang terjadi memiliki magnitudo di bawah 5, dengan total 43.286 kejadian. Sementara itu, 153 gempa tercatat berkekuatan di atas magnitudo 5.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
“Dari seluruh kejadian tersebut, 973 gempa dirasakan oleh masyarakat, dan 25 gempa diantaranya menimbulkan kerusakan,” tulis BMKG melalui akun Instagram resminya, @infoBMKG.
Indonesia memang dikenal sebagai wilayah yang sangat rawan gempa. Hal ini disebabkan posisi geografisnya yang berada di jalur cincin api Pasifik (rings of fire), tepatnya di pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia: Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Kondisi ini menjadikan Indonesia salah satu jalur gempa dan gunung berapi paling aktif di dunia.
Mengingat kondisi tersebut, penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan meningkatkan kesadaran akan mitigasi bencana, khususnya untuk persiapan pribadi menghadapi potensi gempa bumi di masa mendatang.






