Tren

BMKG Bengkulu: “Angin Kencang 50 Km/Jam Berpotensi Terjadi, Waspada Bencana Hidrometeorologi”

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Bengkulu meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Peringatan ini dikeluarkan menyusul potensi angin kencang berkecepatan hingga 50 kilometer per jam yang diperkirakan akan melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari ke depan.

“Untuk hari ini masih ada potensi angin kencang sampai dengan 50 km per jam atau antara 26 hingga 27 knot,” ujar Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Bengkulu, Intan Rahma, di Kota Bengkulu, Kamis (01/1).

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Selain ancaman angin kencang, Intan juga menambahkan bahwa potensi hujan ringan hingga sedang masih akan terjadi. Hujan ini berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang yang merata di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.

Kondisi gelombang laut juga menjadi perhatian. Ketinggian gelombang diperkirakan mencapai dua meter di perairan Bengkulu hingga Enggano, dan bahkan bisa mencapai 2,5 meter di Samudra Hindia barat Bengkulu. Mureks mencatat bahwa peningkatan kewaspadaan ini sangat krusial mengingat potensi dampak yang ditimbulkan.

Menyikapi kondisi cuaca ekstrem ini, Intan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Bencana yang dimaksud meliputi banjir, tanah longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun sigap dalam mengambil langkah antisipatif demi menjaga keamanan aktivitas harian.

BMKG Bengkulu juga mengajak masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi. Informasi dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG, serta layanan call center Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi.

Pemerintah Kota Bengkulu Gelar Simulasi Mitigasi Bencana

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu telah mengambil langkah proaktif dengan melaksanakan latihan simulasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Simulasi ini dilakukan di berbagai wilayah yang rawan terdampak.

“Seperti kita ketahui, bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara menjadi pelajaran bagi kita semua. Maka kami berupaya melakukan mitigasi terhadap kemungkinan-kemungkinan terburuk. Hari ini kita gelar apel siaga dan dilanjutkan dengan simulasi,” kata Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi.

Simulasi tersebut dirancang mendekati kondisi nyata di lapangan. Beberapa skenario yang dilatih antara lain evakuasi korban tenggelam, penanganan ibu hamil yang membutuhkan pertolongan, hingga penyelamatan menggunakan tali dari jembatan. Latihan ini melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Sosial, dan berbagai pihak terkait lainnya sebagai upaya preventif dan antisipatif.

Selain simulasi, Dedy Wahyudi juga melakukan pengecekan kesiapan peralatan kebencanaan milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Peralatan yang diperiksa meliputi perahu karet, chainsaw, mobil logistik, mobil dapur, hingga kesiapan dapur umum. Pengecekan ini bertujuan memastikan seluruh alat kebencanaan dalam kondisi baik dan siap digunakan saat terjadi bencana.

Mureks