Indonesia akan kembali berpartisipasi dalam World Economic Forum (WEF) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Davos, Swiss. Kehadiran kali ini menandai momen penting, sebab untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan turut hadir dalam forum ekonomi global tersebut.
Pertemuan ini akan menjadi platform strategis untuk membahas penguatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Swiss. Fokus utama diskusi meliputi prospek investasi Indonesia, kolaborasi di sektor mineral dan logam, serta pengembangan pendidikan vokasi. Selain itu, delegasi juga akan mematangkan persiapan partisipasi Indonesia dalam World Economic Forum 2026.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menegaskan bahwa WEF merupakan forum ekonomi global yang sangat berpengaruh. Menurutnya, ajang ini menjadi ruang krusial untuk memaparkan kemajuan dan arah pembangunan Indonesia kepada para pemimpin dunia serta investor internasional.
“Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama Danantara tengah memfinalisasi seluruh persiapan, termasuk sponsorship resmi Indonesia, agar kita hadir dengan pesan yang solid, terkoordinasi, dan citra terbaik di panggung global,” ungkap Rosan, sebagaimana dikutip pada Rabu (7/1/2026).
Delegasi Indonesia ke World Economic Forum 2026, yang terdiri dari perwakilan pemerintah dan pelaku bisnis, dipastikan akan menjadi yang terbesar dan paling strategis dalam sejarah partisipasi negara ini.
Mureks mencatat bahwa World Economic Forum 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19-23 Januari 2026 di Davos, Swiss. Pertemuan tahunan para pemimpin negara, pengusaha, akademisi, dan perwakilan masyarakat sipil edisi tahun ini mengusung tema ‘A Spirit of Dialogue’.
Forum ini akan mempertemukan lebih dari 3.000 peserta dari 130 negara. Partisipasi yang beragam ini mencerminkan perpaduan sektor, industri, pemerintah, dan generasi, memastikan luasnya perspektif yang dibutuhkan untuk merumuskan solusi bersama. Para peserta meliputi kepala eksekutif dan pemimpin dari perusahaan-perusahaan mitra, bersama dengan kepala negara dan pemerintahan, pejabat publik dari negara-negara G7, G20, BRICS, dan lainnya, serta para pemimpin organisasi internasional. Dengan separuh dari para pemimpin yang hadir berasal dari Global South, pertemuan ini mencerminkan beragam perspektif yang dibentuk oleh konteks ekonomi, sosial, dan regional yang berbeda.
Referensi penulisan: www.cnbcindonesia.com






