Badan Gizi Nasional (BGN) turun tangan menangani polemik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banaran, Sragen. Lokasi SPPG tersebut menjadi sorotan karena bersebelahan langsung dengan kandang peternakan babi.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Brigjen TNI Albertus Dony, telah meninjau langsung lokasi SPPG Banaran pada Rabu (7/1/2026) sore. Dari pantauan Mureks, Brigjen Dony tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 WIB dan langsung melakukan peninjauan tertutup terhadap SPPG serta area kandang babi.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Mediasi Akan Digelar
Saat dimintai keterangan mengenai tindak lanjut dari peninjauan ini, Brigjen Dony enggan memberikan banyak komentar. Ia hanya menyebutkan bahwa akan ada mediasi yang melibatkan berbagai pihak terkait.
“Nanti saja setelah kita mediasi dengan Kapolres, Dandim, serta seluruh Muspida yang ada. Besok ya, nanti saya sampaikan,” ujar Dony saat ditemui di lokasi.
Dony menambahkan, pertemuan mediasi tersebut akan dihadiri oleh kedua belah pihak yang berpolemik, yakni perwakilan dari SPPG dan pemilik peternakan babi. Selain itu, Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) di daerah juga akan dilibatkan.
“Seluruhnya (kedua belah pihak juga?). Seluruhnya, termasuk Satgas MBG (Makan Bergizi Gratis). Di daerah kita punya Satgas MBG, itu nanti yang kita libatkan juga,” jelasnya.
Polemik ini mencuat setelah SPPG Banaran dibangun di samping peternakan babi, yang kemudian viral dan memicu berbagai reaksi di masyarakat.
Referensi penulisan: news.detik.com






