Keuangan

BBRM Pantau Ketat Konflik Minyak Venezuela-AS, Siap Adaptasi Strategi Pelayaran Global

Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya (BBRM), Naim Machzyumi, menyatakan bahwa perseroan terus mencermati dinamika konflik antara Venezuela dan Amerika Serikat. Konflik ini diakui memiliki implikasi signifikan terhadap bisnis pelayaran global, khususnya terkait pergerakan minyak internasional.

BBRM Cermati Implikasi Konflik Minyak Global

Dalam Public Expose BBRM yang digelar Kamis (8/1/2026), Naim Machzyumi secara lugas mengungkapkan kekhawatirannya. “Saya tentunya perkembangan atas serangan Amerika ke Venezuela dan rencana penguasaan ke dalam minyak Venezuela oleh Amerika tentunya pasti ada pengaruh ya,” kata Naim, menegaskan bahwa situasi geopolitik tersebut tidak bisa diabaikan.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Menurut pantauan Mureks, BBRM terus memantau perkembangan minyak internasional secara cermat. Meskipun demikian, perseroan belum dapat memastikan dampak langsung dari konflik tersebut terhadap operasional BBRM hingga saat ini.

Naim menambahkan, apabila terjadi perubahan signifikan dalam frekuensi pengiriman minyak dari Venezuela, seperti pembukaan akses ekspor minyak mentah (crude export) yang lebih luas ke negara lain di luar blokade dan sanksi, BBRM menyatakan kesiapannya untuk meninjau kembali posisi operasionalnya. Namun, belum ada rencana khusus yang diumumkan untuk langsung memanfaatkan peluang tersebut.

“Tapi tentunya kami akan melihat nih, jadi BBRM bisa dengan biasa terus mengikuti perkembangan minyak-minyak secara internasional,” ujarnya, menekankan fleksibilitas strategi perseroan dalam menghadapi ketidakpastian pasar.

Potensi Peluang di Tengah Dinamika Pasar

Menjawab pertanyaan mengenai upaya memaksimalkan potensi peluang di pasar minyak internasional, Naim menegaskan komitmen BBRM untuk terus mengikuti perkembangan global. Perseroan siap untuk menangkap setiap peluang yang terbuka, terutama jika ada ruang bagi layanan internasional yang menguntungkan.

“Kami akan terus mengikuti dan kami juga akan terus berusaha. Jika ada peluang baik untuk BBRM, kami akan jalankan, kami akan lakukan,” tegas Naim, menunjukkan kesiapan BBRM dalam menjaga fleksibilitas strategi pasar dan mempertimbangkan masuknya ke segmen layanan yang lebih luas.

Lonjakan Harga Saham BBRM

Di sisi lain, saham BBRM milik PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya mencatatkan lonjakan harga yang signifikan. Peningkatan ini terjadi dalam periode Desember 2025 hingga awal Januari 2026.

Naim Machzyumi menjelaskan bahwa peningkatan harga kumulatif saham yang signifikan, disertai lonjakan volume transaksi, sepenuhnya dipengaruhi oleh dinamika pasar. “Peningkatan harga kumulatif saham yang signifikan dan peningkatan volume transaksi sepenuhnya merupakan hasil dari dinamika pasar,” pungkasnya, menyoroti peran fundamental mekanisme pasar dalam pergerakan saham perseroan.

Referensi penulisan: www.liputan6.com

Mureks