Berita

Batik Air Peringatkan Waspada Penipuan Kerja Modus Janji Pramugari Usai Kasus Wanita Nyamar

Batik Air mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan lowongan kerja yang mengatasnamakan maskapai. Peringatan ini disampaikan menyusul viralnya kasus seorang wanita bernama Khairun Nisa yang menyamar sebagai pramugari, padahal ia sendiri merupakan korban penipuan janji palsu pekerjaan dengan kerugian mencapai Rp 30 juta.

Batik Air Peringatkan Publik

Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihanto, menegaskan bahwa perusahaan hanya menyampaikan penawaran pekerjaan melalui kanal resmi. “Batik Air mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Batik Air, termasuk: pihak yang mengaku sebagai awak kabin, karyawan, atau perwakilan Batik Air, permintaan uang, transaksi, atau data pribadi melalui jalur tidak resmi, penawaran tiket, promosi, atau kerja sama yang tidak berasal dari kanal resmi,” ujar Danang pada Kamis (8/1/2026).

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Danang menambahkan, “Batik Air mengajak masyarakat untuk bersama-sama bersikap cermat, waspada, dan tidak mudah percaya kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.” Menurut Mureks, imbauan ini penting mengingat maraknya kasus penipuan berkedok rekrutmen kerja di berbagai sektor.

Tindakan Sigap Kru Batik Air

Pihak Batik Air juga mengklarifikasi bahwa atribut yang dikenakan Khairun Nisa bukanlah perlengkapan resmi maskapai. Kru Batik Air yang bertugas pada penerbangan rute Palembang-Jakarta tanggal 6 Januari 2026 telah bertindak sigap dan profesional sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Kru Batik Air yang bertugas pada penerbangan rute Palembang-Jakarta pada 6 Januari 2026 telah menjalankan tugas secara sigap dan profesional sesuai standar operasional prosedur (SOP). Kru mengenali adanya kejanggalan saat fase inflight service, melakukan pengamatan dan konfirmasi sesuai kewenangan,” jelas Danang.

Ia melanjutkan, “Serta setelah pesawat mendarat dengan selamat, segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan penerbangan (Aviation Security) untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.”

Kronologi Penipuan yang Menjerat Khairun Nisa

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Kompol Yandri Mono menjelaskan kronologi di balik penyamaran Khairun Nisa. Ia mengungkapkan bahwa Nisa adalah korban penipuan janji palsu menjadi pramugari.

“Yang bersangkutan itu orang Palembang, tinggal di Palembang dia ke Jakarta izin sama ibunya mau daftar jadi pramugari. Kemudian datang ke Jakarta dia, ketemu seseorang yang menawarkan bisa memasukkan pramugari dengan memberikan sejumlah uang,” kata Yandri pada Kamis (8/1/2026).

Nisa dimintai uang senilai Rp 30 juta. Namun, janji tersebut tidak pernah terwujud dan pelaku penipuan tidak dapat dihubungi lagi. “Pada dasarnya dia korban, dia mau masuk pramugari menyerahkan uang Rp 30 juta ternyata gagal, dan orangnya sudah tidak bisa dihubungi,” tuturnya.

Merasa malu karena kegagalannya, Nisa kemudian berpura-pura menjadi pramugari. Ia bahkan membuat unggahan palsu di media sosial agar keluarganya percaya bahwa ia telah berhasil menjadi kru maskapai. Mureks mencatat bahwa kasus ini menyoroti kerentanan individu terhadap janji pekerjaan palsu.

Mureks