Keuangan

Bappenas: Danantara dan MBG Jadi Kunci Transformasi Belanja Negara Berdampak Ekonomi Tinggi

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menekankan pentingnya transformasi belanja negara yang berorientasi pada program dengan dampak luas dan tinggi terhadap perekonomian. Dua program yang disoroti sebagai contoh unggulan adalah Badan Pengelola Investasi Danantara dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Deputi Perencanaan Makro Pembangunan Bappenas, Eka Chandra Buana, menyatakan bahwa Danantara dan MBG merupakan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kedua inisiatif ini, menurut Eka, merefleksikan upaya untuk mengimplementasikan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2025–2029, yang menempatkan pembangunan sebagai fondasi utama transformasi nasional.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Belanja Fiskal Produktif untuk Dampak Terukur

Dalam sebuah diskusi daring yang diselenggarakan oleh Institute for Development of Economics and Finance (Indef) pada Kamis (8/1/2026), Eka menjelaskan bahwa belanja fiskal harus lebih dari sekadar konsumtif. “Transformasi belanja negara perlu diarahkan kepada program yang dengan leverage effect yang tinggi seperti Danantara dan MBG agar belanja fiskal tidak hanya bersifat konsumtif tetapi juga bisa menghasilkan dampak ekonomi sosial yang terukur,” kata Eka.

Eka menambahkan, RPJP 2025–2029 mengarahkan pembangunan yang berkelanjutan, merata, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Hal ini sejalan dengan tujuan Danantara dan MBG.

Peran Strategis Danantara dan MBG

Danantara dirancang sebagai instrumen pembiayaan strategis yang bertujuan mendorong investasi di sektor-sektor prioritas. Investasi ini diharapkan mampu menciptakan efek pengganda (multiplier) dan efek limpahan (spillover) yang signifikan bagi perekonomian. Sebagai lembaga pengelola BUMN, Danantara berperan meningkatkan efektivitas kebijakan fiskal melalui pendekatan investasi yang produktif.

Sementara itu, program MBG diposisikan sebagai investasi pemerintah dalam pembangunan SDM lintas generasi. Program ini secara khusus menargetkan pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak, yang dinilai akan memberikan dampak positif pada perekonomian dalam jangka menengah hingga panjang. “Melalui peningkatan kemampuan belajar, peningkatan produktivitas, dan juga bagaimana kita meningkatkan pendapatan sepanjang siklus hidup tersebut,” ujar Eka, sebagaimana dicatat Mureks.

Mekanisme dan Model Keberlanjutan

Danantara menjalankan perannya melalui penghimpunan dan pengelolaan investasi, sedangkan MBG menggunakan mekanisme realokasi anggaran. Keberlanjutan realokasi anggaran untuk MBG, menurut Eka, memerlukan penerapan Overlapping Generation Model (OG) yang disesuaikan dengan konteks Indonesia. Model ini krusial untuk mengevaluasi dampak peningkatan belanja gizi saat ini terhadap kualitas SDM, produktivitas, dan penguatan basis ekonomi dalam jangka panjang.

Mureks