PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp40,99 triliun sepanjang tahun 2025. Dana tersebut telah menjangkau 355.658 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, pada Jumat (9/1/2026), menegaskan bahwa realisasi penyaluran KUR ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, perbankan, dan sektor usaha dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang berbasis kerakyatan. Menurutnya, dukungan KUR tidak hanya berfokus pada pembiayaan, melainkan juga pemberdayaan.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
“Melalui akses modal yang lebih luas, kami ingin membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas produksi, memperluas lapangan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing,” ujar Riduan dalam keterangannya.
Catatan Mureks menunjukkan, mayoritas penyaluran KUR Bank Mandiri didominasi oleh sektor produksi, dengan total mencapai Rp25,13 triliun atau setara 61,54% dari keseluruhan dana yang disalurkan sepanjang 2025. Sektor pertanian menjadi penyerap terbesar dalam kategori ini, dengan alokasi sebesar Rp12,75 triliun atau 31,23% dari total penyaluran KUR Bank Mandiri.
Selain pertanian, sektor jasa produksi juga menerima porsi signifikan sebesar Rp8,76 triliun (21,45%). Sementara itu, sektor industri pengolahan mendapatkan Rp3,03 triliun (7,43%), dan sektor perikanan menyerap Rp562 miliar (1,38%).
Riduan menambahkan, “Melalui skema pembiayaan yang berkelanjutan ini, kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendorong pergerakan perekonomian nasional, khususnya pada sektor produksi.”
Guna menjaga kualitas penyaluran KUR, Bank Mandiri menerapkan pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem. Strategi ini terintegrasi dengan nasabah turunan wholesale, khususnya pada sektor-sektor produksi unggulan di berbagai daerah. Melalui pendekatan closed-loop, sinergi antara nasabah wholesale, pelaku UMKM, dan mitra usaha dalam satu rantai nilai dioptimalkan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan bisnis.
Bank Mandiri juga konsisten mendukung kebutuhan transaksi harian dan pembayaran angsuran debitur KUR melalui Mandiri Agen, yang merupakan mitra Laku Pandai Bank Mandiri. Agen-agen ini tersebar di berbagai ekosistem bisnis pelaku UMKM. Program ini juga dibarengi dengan edukasi layanan keuangan dan literasi digital untuk membantu pelaku usaha mengelola keuangan secara inklusif dan modern.
Untuk tahun 2026, Bank Mandiri menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengakselerasi penyaluran KUR. Komitmen ini akan dijalankan melalui penguatan strategi pembiayaan berbasis ekosistem, serta sinergi antar Mandiri Group yang terintegrasi.
Riduan meyakini bahwa program yang diorkestrasi oleh pemerintah ini akan memberikan nilai tambah bagi kinerja perseroan. “Melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah serta dukungan ekosistem yang terdigitalisasi, kami memastikan penyaluran KUR dapat dilakukan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.






